TIDENG PALE – Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung menargetkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Akhmad Berahim dapat mulai beroperasi pada Agustus mendatang.
Saat ini, berbagai persiapan terus dikebut, termasuk pemenuhan administrasi, sarana-prasarana, hingga tenaga medis.
Kepala Dinas Kesehatan Tana Tidung, H. M. Sarif, mengungkapkan bahwa proses peningkatan status rumah sakit juga berdampak pada perubahan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK).
“Kalau sudah terbentuk SOTK dan ada dasar hukumnya, otomatis struktur ikut berubah. Perbup SOTK nya sudah masuk di bagian hukum. Untuk rumah sakit kelas C itu berada di eselon 3A, sementara kelas D di 3B. Jadi ada penyesuaian,” jelasnya.
Ia menyebutkan, untuk rumah sakit kelas C nantinya akan memiliki struktur yang lebih lengkap, yakni tiga bidang dan satu kepala bagian.
“Struktur ini sedang berproses di bagian hukum, termasuk menunggu tahapan di Kementerian Hukum dan HAM. Jadi tinggal menunggu jadwal dan penyelesaian administrasi,” ujarnya.
Selain itu, perizinan terkait pemanfaatan ruang melalui PKKPR (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) juga tengah diproses melalui sistem OSS (Online Single Submission).
“PKKPR juga sudah berproses. Kalau itu sudah selesai semua, baru kita lanjut ke tahap visitasi,” katanya.
Sebagai bentuk kesiapan, pihaknya bahkan telah melakukan simulasi visitasi secara internal.
“Dua minggu lalu kami sudah latihan visitasi, menilai diri sendiri. Tujuannya untuk melihat sejauh mana kesiapan, baik dari sisi pelayanan, peralatan, maupun apa saja yang masih perlu dilengkapi,” terang Sarif.
Dari hasil evaluasi tersebut, pihaknya mendapatkan gambaran terkait kekurangan yang harus segera dibenahi sebelum proses penilaian resmi dilakukan.
“Kita jadi tahu apa yang perlu dilengkapi. Itu penting supaya saat visitasi nanti kita sudah siap,” tambahnya.
Ia menegaskan, saat ini proses masih berjalan dan ditargetkan pada awal Mei seluruh persyaratan utama, khususnya PKKPR, dapat diselesaikan agar visitasi bisa segera dilakukan.
“Sekarang masih dalam proses. Target kami awal Mei visitasi sudah bisa dilakukan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada kendala terkait lokasi yang sebagian masuk dalam area perusahaan.
Namun, permasalahan tersebut disebut sudah mulai ada titik terang.
“Memang ada sebagian masuk area perusahaan, tapi itu sudah ditangani,” katanya.
Lebih lanjut, Sarif menekankan bahwa pemenuhan tenaga dokter menjadi prioritas utama dalam persiapan operasional rumah sakit.
“Yang paling penting sekarang itu dokter dulu. Target kita Agustus ini bisa operasional, sekaligus bertepatan dengan momen hari jadi daerah,” pungkasnya.(ana)