TANA TIDUNG – Menjelang Hari Raya Idul Adha, ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Tana Tidung (KTT) mulai dipersiapkan.
Hingga saat ini, belasan ekor sapi dari luar daerah telah didatangkan oleh para pedagang.
Penelaah Teknis Kebijakan pada Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Tana Tidung, Dwi Budi Setiawan, menyebutkan salah satu pedagang, Widodo, telah mendatangkan 14 ekor sapi dari Samarinda.
Selain itu, terdapat sekitar enam ekor sapi besar di kandangnya, sehingga total sapi yang disiapkan mencapai sekitar 20 ekor.
“Selain Pak Widodo, ada juga pedagang lain seperti Pak Jufri, Pak Ramli, Pak Yadi, dan Pak Jupri yang telah kami data. Rata-rata masih dalam tahap perencanaan, seperti Pak Yadi sekitar 15 ekor dan Pak Jupri juga sekitar 15 ekor,” jelasnya, Sabtu (18/4).
Sementara itu, pedagang lain, Firman, berencana mengambil sekitar 30 ekor sapi. Sedangkan Alfa Edison, yang selama ini juga berjualan sapi, belum memberikan konfirmasi terkait rencana jelang Idul Adha.
Secara keseluruhan, jumlah sapi yang telah terdata mencapai sekitar 80 ekor, meskipun sebagian masih dalam proses pengurusan dokumen lalu lintas ternak.
“Sebagian sapi belum datang karena masih mengurus dokumen, seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) atau sertifikat veteriner dari daerah asal,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung siap menerima kedatangan hewan kurban dengan syarat utama bebas dari penyakit salah satunya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat, mulai dari saat sapi tiba, sebelum pemotongan, hingga setelah pemotongan.
“Kita lakukan pemeriksaan sampai tiga kali. Saat datang dicek kondisi fisiknya, sebelum dipotong juga diperiksa, dan setelah pemotongan pun tetap dilakukan pemeriksaan,” katanya.
Upaya pencegahan PMK juga terus digencarkan melalui vaksinasi. Hingga saat ini, sebanyak 170 ekor sapi telah divaksin, baik dosis pertama maupun kedua.
“Vaksinasi ini penting untuk memastikan sapi yang didatangkan dalam kondisi sehat. Biasanya di sertifikat veteriner juga sudah tertera status vaksinasi PMK,” tambahnya.
Sebagai perbandingan, kebutuhan hewan kurban di Tana Tidung pada tahun lalu mencapai 157 ekor, termasuk yang didatangkan secara mandiri oleh masjid dan perusahaan.
Sapi yang didatangkan umumnya berasal dari Tarakan, Bulungan, dan Malinau. Namun, untuk pengadaan dalam jumlah besar, pedagang biasanya mengambil dari Samarinda.
“Kalau masih kurang, biasanya ditambah dari Bulungan atau Malinau. Kalau daerah yang dekat Tarakan, biasanya ambil di Tarakan," bebernya.
Rata-rata hewan kurban yang didatangkan jenis sapi Bali, dengan harga sekitar Rp22 juta per ekor untuk bobot 200 kilogram. (ana)
Editor : Sopian Hadi