TIDENG PALE – Petugas pemadam kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) di Kabupaten Tana Tidung harus bekerja ekstra dalam dua hari terakhir.
Dua peristiwa kebakaran lahan terjadi secara berturut-turut pada 16 dan 17 April 2026.
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan, Yusva Kusuma Jaya, menjelaskan kebakaran pertama terjadi pada Kamis (16/4) siang di Jalan Anang Dahlan, belakang Komplek SMP Terpadu, Desa Seludau, Kecamatan Sesayap Hilir.
“Laporan kami terima pukul 12.08 WITA dan langsung ditindaklanjuti. Unit tiba lima menit kemudian dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.25 WITA,” ujarnya, Sabtu (18/4)?
Lahan yang terbakar diperkirakan seluas 100 x 100 meter. Penanganan melibatkan Disdamkarmat Pos Sektor Sesayap Hilir, BPBD, Brimob, serta warga setempat, dengan dukungan satu unit armada Damkar dan satu unit BPBD.
Sementara itu, kebakaran kedua terjadi pada Jumat (17/4) malam di Desa Sebawang, Kecamatan Sesayap tepatnya di depan Mapolres Tana Tidung.
Informasi awal diterima sekitar pukul 19.45 WITA dari anggota Polres, kemudian langsung direspons oleh tim Damkar.
Unit tiba di lokasi pukul 20.05 WITA dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.38 WITA.
Berdasarkan informasi di lapangan, lahan yang terbakar diperkirakan memiliki panjang sekitar 200 meter, sementara lebarnya belum diketahui secara pasti.
Lahan tersebut diketahui milik seorang warga bernama Edi. Ia disebut telah melaporkan rencana pembakaran lahannya kepada pemerintah desa serta membuat sekat untuk mencegah api merambat ke lahan lain.
Namun, saat ditinggalkan sekitar pukul 20.00 WITA untuk makan malam, api diduga mulai membesar dan sulit dikendalikan.
Lokasi lahan yang berada tepat di depan Mapolres Tana Tidung juga membuat kebakaran tersebut cepat mendapat perhatian.
Dalam penanganan kebakaran kedua, personel yang terlibat berasal dari Disdamkarmat, KPH, dan BPBD, dengan dukungan satu unit armada Damkar serta mesin pompa jinjing dari UPT KPH.
Tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut. Meski demikian, petugas mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan aktivitas pembakaran lahan tanpa pengawasan guna mencegah kebakaran meluas.(ana)