TIDENG PALE – Upaya menghadirkan jaringan telekomunikasi yang merata di Kabupaten Tana Tidung masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Teknologi dan Informatika Diskominfo Tana Tidung, Dicky Sumastyono, yang menyebut sejumlah wilayah hingga kini masih mengalami sinyal lemah.
Menurutnya, terdapat beberapa desa yang menjadi perhatian utama, seperti Sengkong dan Menjelutung.
Di wilayah tersebut, persoalan utama bukan semata pada ketersediaan tower, tetapi juga infrastruktur pendukung seperti listrik yang belum stabil.
“Di Sengkong sebenarnya sudah pernah ada tower dari Indosat, bahkan sempat aktif. Namun terkendala karena perangkatnya hilang, sehingga operasionalnya terhenti,” ujarnya, Jumat (17/4).
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mendorong masuknya provider lain seperti Telkomsel untuk mengisi kekosongan layanan di wilayah tersebut.
Diskominfo bahkan berencana melakukan pertemuan lanjutan guna membahas peluang pembangunan jaringan.
Selain Sengkong, wilayah Menjelutung juga menjadi prioritas. Meski memiliki potensi jumlah penduduk yang cukup besar, provider masih menahan diri untuk masuk ke Menjelutung karena keterbatasan listrik yang belum beroperasi penuh selama 24 jam.
“Persyaratan utama provider itu listrik. Mereka tidak mau ambil risiko kalau listriknya hidup-mati, karena bisa merusak perangkat. Kalau listrik sudah 24 jam, biasanya mereka baru mau menghitung potensi masuk,” jelasnya.
Dicky menambahkan, sebelumnya beberapa tower masih menggunakan tenaga surya, namun kini mayoritas provider beralih ke listrik PLN demi efisiensi operasional.
Karena itu, keberadaan listrik yang stabil menjadi kunci utama percepatan pembangunan jaringan.
Di sisi lain, terdapat juga wilayah seperti Belayan Ari yang sudah memiliki jaringan, namun kualitasnya masih rendah.
Ia menduga jaringan di daerah tersebut masih mengandalkan satelit, sehingga bandwidth terbatas dan akses internet menjadi lambat.
“Kalau tidak ada fiber optic atau jaringan microwave antar tower, biasanya mereka pakai satelit. Itu yang bikin jaringan jadi lelet,” tambahnya.
Pemerintah daerah berharap, dengan masuknya listrik secara penuh di sejumlah wilayah, terutama Menjelutung dan Sengkong, provider dapat segera melakukan ekspansi jaringan sehingga masyarakat bisa menikmati layanan komunikasi yang lebih baik.
“Kalau listrik sudah siap, kami yang akan kejar provider," ujarnya
Seperti Sengkong, jaringan listrik sudah masuk tinggal operasionalnya saja menjadi 24 jam.
"Kita berharap Sengkong dulu lah, kalau sudah sengkong, bisalah jaringannya dipancarkan sampai ke Menjelutung meski tidak maksimal, sambil menunggu listrik 24 jam di Menjeluting, " tutupnya. (ana)