LAPAK IKAN Diserbu Warga Tana Tidung, Tujuan Didominasi Wisata dan Kunjungan Keluarga
Sopian Hadi• Jumat, 17 April 2026 | 12:05 WIB
JEMPUT BOLA: Sejumlah pemohon antre untuk mendapatkan pelayanan dari Kantor Imigrasi Tarakan. (FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)
TIDENG PALE – Suasana di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Tana Tidung tampak lebih ramai dari biasanya.
Warga datang silih berganti, sebagian membawa berkas, sebagian lagi tampak antre dengan penuh harap.
Mereka bukan sedang mengurus administrasi biasa, melainkan memanfaatkan layanan paspor keliling yang dibawa langsung oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan.
Program yang dikenal dengan nama “LAPAK IKAN” (Layanan Paspor Keliling Imigrasi Tarakan) ini menjadi angin segar bagi masyarakat Tana Tidung.
Selama ini, untuk mengurus paspor, warga harus menempuh perjalanan ke Tarakan dengan akses transportasi yang tidak selalu mudah—baik melalui jalur darat maupun laut, sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar.
“Kami berupaya mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Tana Tidung. Jadi, mereka tidak perlu lagi datang ke Kantor Imigrasi Tarakan,” ujar Yogie, Kasi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian, Jumat (17/4).
Melalui layanan ini, masyarakat bisa mengurus permohonan paspor baru maupun penggantian paspor karena masa berlaku habis atau halaman penuh.
Namun, untuk kasus tertentu seperti paspor hilang atau rusak yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, tetap harus dilakukan di kantor imigrasi.
Kegiatan ini digelar selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, dengan kuota pelayanan sebanyak 60 pemohon per hari.
Artinya, total sebanyak 120 warga berkesempatan mendapatkan layanan tanpa harus keluar daerah.
Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi. Sejak dibuka, warga langsung memadati lokasi pelayanan.
Mayoritas pemohon diketahui mengurus paspor untuk keperluan wisata, perjalanan keluarga, hingga ibadah umrah.
“Yang paling dominan itu untuk wisata, kunjungan keluarga, dan umrah,” jelas Yogi.
Program LAPAK IKAN sendiri bukan kali pertama digelar.
Sebelumnya, layanan serupa juga telah dilaksanakan di Kabupaten Malinau.
Setelah dari Tana Tidung, tim Imigrasi Tarakan dijadwalkan melanjutkan kegiatan ke Kabupaten Bulungan.
Ke depan, layanan ini direncanakan menjadi program rutin di berbagai kabupaten, termasuk Tana Tidung.
Bahkan, Imigrasi Tarakan menargetkan kegiatan ini dapat digelar setiap dua bulan sekali, menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan antusiasme masyarakat.
“Kalau respons masyarakat semakin tinggi, tentu frekuensinya akan kami tambah,” pungkasnya.
Dengan hadirnya layanan jemput bola ini, diharapkan masyarakat semakin mudah mengakses pelayanan keimigrasian, sekaligus mendorong peningkatan mobilitas dan konektivitas warga di wilayah perbatasan. (ana)