TIDENG PALE – Upaya pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Kabupaten Tana Tidung terus menunjukkan progres positif.
Hingga 14 April 2026, realisasi vaksinasi tercatat mencapai 175 ekor ternak dari target 250 ekor yang ditetapkan tahun ini.
Sebaran vaksinasi telah menjangkau lima kecamatan, dengan Kecamatan Sesayap menjadi wilayah tertinggi yakni 74 ekor. Disusul Sesayap Hilir sebanyak 32 ekor, Muruk Rian 29 ekor, Betayau 25 ekor, dan Tanah Lia sebanyak 15 ekor.
Penelaah Teknis Kebijakan, Dwi Budi Setiawan yang akrab disapa Wawan, menyebut capaian tersebut menunjukkan tren yang cukup baik dalam upaya mengantisipasi PMK di daerah.
“Dari target 250 ekor tahun ini, kita sudah mencapai 175 ekor. Ini progres yang cukup signifikan, dan kami optimistis target tersebut bisa tercapai,” ujar Wawan, Rabu (15/4).
Ia menegaskan, keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi tim teknis di lapangan serta meningkatnya kesadaran peternak akan pentingnya vaksinasi.
Dari sisi kontribusi petugas, Eny Widayati menjadi yang tertinggi dengan capaian 100 ekor ternak.
Sementara La Ode Muhamad Jaib mencatatkan 41 ekor, dan Sigit Joko Sarjono sebanyak 34 ekor.
Ketiganya menjadi bagian dari tim teknis lapangan yang aktif menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah dengan akses terbatas.
“Petugas kami bekerja maksimal di lapangan, bahkan menjangkau wilayah yang cukup jauh. Ini menjadi kunci capaian vaksinasi yang sudah kita raih saat ini,” jelasnya.
Meski capaian sudah mendekati target, Wawan menegaskan vaksinasi akan terus digenjot hingga seluruh target terpenuhi.
Ia juga mengimbau para peternak untuk berpartisipasi aktif dalam program tersebut.
“Kami harap peternak segera melaporkan dan bersedia ternaknya divaksin. Ini penting untuk mencegah penyebaran PMK yang bisa berdampak pada ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Dengan capaian yang terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung optimistis pencegahan PMK dapat berjalan maksimal dan memberikan perlindungan bagi sektor peternakan di wilayah tersebut.(ana)