TIDENG PALE – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan tahun ini berdampak pada layanan WiFi gratis yang disediakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tana Tidung.
Kepala Bidang Teknologi dan Informatika Diskominfo Tana Tidung, Dicky Sumastyono, menjelaskan bahwa efisiensi tidak memengaruhi jumlah titik hotspot, melainkan pada kapasitas bandwidth yang tersedia.
“Untuk titik WiFi gratis tidak ada perubahan, masih berada di beberapa lokasi seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Pelabuhan Keramat termasuk organisasi perangkat daerah (OPD). Namun yang terdampak adalah bandwidth-nya,” jelasnya.
Sebelumnya, Diskominfo memiliki kapasitas bandwidth hingga 400 Mbps.
Dengan kapasitas tersebut, setiap titik WiFi masih bisa menikmati kecepatan sekitar 20 hingga 30 Mbps.
Namun, akibat efisiensi anggaran tahun 2026, kapasitas bandwidth diturunkan menjadi hanya 100 Mbps.
Bandwidth tersebut harus dibagi ke sekitar 26 titik WiFi gratis.
“Sekarang per titik paling tinggi hanya sekitar 5 Mbps, itu pun masih harus dibagi lagi dengan pengguna yang terhubung. Jadi wajar kalau terasa lelet,” ujarnya.
Ia menambahkan, semakin besar bandwidth yang dimiliki, maka kualitas internet akan semakin cepat dan stabil.
Sebaliknya, jika kapasitas kecil namun pengguna banyak, maka kecepatan akan menurun drastis.
Diskominfo pun berharap masyarakat pengguna layanan WiFi gratis untuk dapat memahami kondisi tersebut.
“Ini dampak dari efisiensi anggaran yang baru diterapkan tahun ini, sehingga kami harap masyarakat bisa memaklumi jika akses internet terasa lebih lambat dari sebelumnya,” pungkasnya.(ana)