TIDENG PALE – Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tana Tidung tahun 2026 kini memasuki tahapan akhir.
Dari puluhan peserta yang mengikuti seleksi sejak awal, saat ini tersisa 58 orang yang masih bertahan.
Kepala Bidang Kesatuan Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tana Tidung, Siti Lailan, menyampaikan bahwa jumlah tersebut merupakan hasil dari beberapa tahapan seleksi yang telah dilalui peserta.
“Awalnya yang mendaftar cukup banyak, sekitar 71 orang yang lolos seleksi administrasi. Setelah itu mengikuti tes lanjutan seperti TWK, TIU, dan lainnya hingga tersisa sekitar 59 orang,” jelasnya kepada Radar Tarakan, Senin (13/4).
Namun, satu peserta diketahui mengundurkan diri karena pindah sekolah ke Tarakan, sehingga jumlah peserta saat ini menjadi 58 orang.
“Yang mengundurkan diri karena pindah sekolah, jadi sekarang tersisa 58 peserta,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh peserta telah menjalani berbagai tahapan seleksi kesamaptaan termasuk tes kesehatan dan Peraturan Baris Berbaris (PBB) di lapangan.
Selanjutnya, peserta akan mengikuti seleksi kepribadian serta minat dan bakat.
“Dalam waktu dekat, kita akan melaksanakan seleksi kepribadian dan minat bakat serta wawancara. Setelah itu dilakukan penilaian akhir berdasarkan perankingan,” katanya.
Dari hasil akhir nanti, peserta dengan nilai tertinggi akan dikirim untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Utara.
Meski demikian, pihaknya belum mengetahui kuota yang akan diberikan untuk Tana Tidung tahun ini.
“Kalau tahun lalu kuotanya tujuh orang, untuk tahun ini kita masih menunggu. Harapannya tentu ada yang bisa lolos sampai tingkat nasional, seperti tahun lalu,” tambahnya.
Untuk kebutuhan Paskibraka tingkat kabupaten sendiri, diperkirakan akan diambil sekitar 39 orang.
Artinya, masih akan ada sekitar 17 hingga 18 peserta yang gugur pada tahap akhir seleksi.
“Yang tidak lolos di tingkat provinsi nanti akan kembali ke kabupaten, kemudian kita sesuaikan lagi berdasarkan peringkat,” jelasnya.
Siti juga menyoroti minimnya jumlah peserta perempuan tahun ini. Dari total peserta yang ada, hanya sekitar 15 orang perempuan sementara tahun lalu 18.
“Jumlah perempuan memang sedikit tahun ini. Tapi kita tetap menyesuaikan komposisi berdasarkan hasil seleksi, tidak bisa dipaksakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kurangnya minat peserta perempuan menjadi salah satu faktor utama.
“Banyak sebenarnya yang berpotensi, tapi minatnya kurang, mungkin karena faktor fisik seperti latihan di bawah panas,” katanya.
Rencananya, pengumuman hasil akhir seleksi biasanya akan dilakukan pada awal Juni 2026, setelah hasil seleksi tingkat provinsi keluar.
"Karena kan masih ada tahapan lagi seperti pengukuran pakaian," ujarnya.(ana)