Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Minim Pemahaman Prosedur, Kehadiran Warga Membantu Justru Hambat Proses Pemadaman

Sophian Hadi • Kamis, 26 Maret 2026 | 14:18 WIB

SESUAI PROSEDUR: Damkar bersama Polri melakukan pemadaman api yang membakar rumah di Tideng Pale beberapa waktu lalu. (FOTO: DOK RADAR TARAKAN)
SESUAI PROSEDUR: Damkar bersama Polri melakukan pemadaman api yang membakar rumah di Tideng Pale beberapa waktu lalu. (FOTO: DOK RADAR TARAKAN)

TIDENG PALE – Kurangnya pemahaman masyarakat terkait prosedur penanganan kebakaran menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman di lapangan. 

‎‎Alih-alih membantu, kehadiran warga yang tidak terlatih justru kerap memperlambat kerja petugas yang berujung pada pelimpahan kesalahan kepada petugas Damkar.

‎Kabid Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tana Tidung, Yusva Kusuma Jaya, mengungkapkan bahwa banyak warga langsung turun tangan membantu mengambil alih selang pemadam tanpa mengetahui teknik dasar penanganan kebakaran.

‎‎“Kadang masyarakat tidak tahu prosedurnya seperti apa. Mereka langsung ikut ambil peran memegang alat pemadam seperti selang air, padahal seharusnya tidak bisa masuk sembarangan karena bisa mengganggu petugas,” ujarnya, Kamis (26/3).

‎‎Ia menjelaskan, kondisi tersebut bahkan bisa menimbulkan kekacauan di lokasi kejadian. 

‎‎Warga yang tidak memahami fungsi peralatan seringkali salah dalam penggunaan, seperti pemasangan selang yang tidak sesuai, sehingga memperlambat proses pemadaman.

‎“Kita butuh kecepatan. Tapi karena masyarakat yang membantu tidak paham, pemasangan selang bisa terbalik, akhirnya jadi lambat,” jelasnya.

‎‎Menurutnya, situasi seperti ini menunjukkan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait penanganan kebakaran.

‎‎ Ia berharap ke depan warga bisa lebih memahami peran masing-masing saat terjadi kebakaran.

‎‎“Kalau masyarakat sudah pernah diberi pemahaman atau pelatihan di desa, tentu akan sangat membantu. Jadi tidak asal turun tangan, seperti rekar (relawan kebakaran) yang ada di desa,” katanya. (ana)

Editor : Sophian Hadi