Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Longboat Tenggelam Diterjang Badai di Perairan Tana Merah, Dua Orang Masih Dalam Pencarian

Sophian Hadi • Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:39 WIB

BRIEFING: Tim SAR Tarakan bersiap menuju lokasi kejadian.
BRIEFING: Tim SAR Tarakan bersiap menuju lokasi kejadian.

TIDENG PALE – Kecelakaan laut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tana Tidung. Sebuah longboat dilaporkan tenggelam setelah diterjang badai di perairan Tana Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, pada Sabtu (21/3) dini hari.

Informasi kejadian diterima Kantor SAR Tarakan dari pihak keluarga korban,  Resi, sekitar pukul 16.30 WITA.

Peristiwa nahas tersebut diketahui terjadi lebih awal, sekitar pukul 03.30 WITA, saat perahu yang membawa tiga orang penumpang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Tarakan, Dede Hariana, menjelaskan bahwa satu korban berhasil selamat dan langsung melaporkan kejadian tersebut.

“Satu korban selamat atas nama Mahmud kemudian melaporkan kejadian ini kepada Polairud Polda Kaltara, yang selanjutnya diteruskan ke Kantor SAR Tarakan,” ujarnya.

Mahmud (50), warga Sebengkok, diketahui selamat dari insiden tersebut. Sementara dua korban lainnya yakni Sudirman (48), warga Jembatan Besi, dan Olleng (49), warga Sebengkok, hingga kini masih dalam pencarian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat. Pada pukul 16.45 WITA, tim melakukan briefing sebelum diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan estimasi tiba sekitar pukul 18.45 WITA melalui jalur laut.

“Tim SAR gabungan sudah kami berangkatkan ke lokasi untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban,” tambah Dede.

Lokasi kejadian berada di perairan Tana Merah dengan jarak tempuh sekitar 17,47 nautical mile dari Kantor SAR Tarakan atau sekitar dua jam perjalanan laut.

Rencana operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kantor SAR Tarakan, Polairud Polda Kaltara, serta dibantu keluarga korban dan masyarakat setempat.

Tim SAR mengerahkan satu unit Rescue Dimex, satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 03, perlengkapan medis, serta alat komunikasi.

Tim SAR gabungan berupaya maksimal untuk menemukan kedua korban yang masih hilang.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk saat beraktivitas di perairan.(ana)

Editor : Sophian Hadi