TIDENG PALE – Hingga pertengahan Maret 2026, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tana Tidung masih terpantau nihil.
Kondisi ini menunjukkan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya yang juga mengalami penurunan kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tana Tidung, Hanna Juniar, mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari upaya gencar sosialisasi kepada masyarakat terkait pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Sejauh ini DBD masih aman, belum ada kasus. Dari tahun lalu juga sudah mengalami penurunan. Ini karena kita gencar melakukan sosialisasi bersih-bersih lingkungan dan PHBS,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga rutin melakukan pemeriksaan jentik nyamuk melalui program juru pemantau jentik (Jumantik).
“Kami juga rutin melakukan pemeriksaan jentik melalui Jumantik. Ke depan, kami berencana mengaktifkan kader Jumantik di kalangan anak sekolah, kemungkinan setelah Lebaran karena saat ini masih masa libur,” jelasnya.
Ia menambahkan, potensi munculnya kasus DBD biasanya terjadi saat musim pancaroba, yakni peralihan dari musim panas ke musim hujan maupun sebaliknya.
“DBD biasanya muncul saat pancaroba. Karena itu, kami terus mengingatkan masyarakat untuk menerapkan 3M (mengurus, menutup dan mengubur) dan menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui keterlibatan tenaga kesehatan di posyandu, puskesmas, hingga turun langsung ke lapangan.
Selain sosialisasi, petugas juga membagikan bubuk abate kepada masyarakat.
“Teman-teman di posyandu, puskesmas, dan petugas lapangan aktif melakukan sosialisasi sekaligus membagikan abate,” pungkasnya. (ana)