Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

H-4 Idul Fitri, Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Tana Tidung Mengalami Kenaikan

Sophian Hadi • Selasa, 17 Maret 2026 | 13:25 WIB
  1. NAIK: Selain cabai, harga daging ayam potong juga mengalami kenaikan.
    NAIK: Selain cabai, harga daging ayam potong juga mengalami kenaikan.

TIDENG PALE – Memasuki H-4 Idul Fitri, sejumlah harga komoditas di pasaran mulai mengalami kenaikan, terutama pada jenis cabai rawit, cabai keriting, dan cabai merah besar.

Berdasarkan pantauan di Pasar Imbayud Taka pada 17 Maret 2026, harga cabai rawit mengalami kenaikan cukup signifikan, dari Rp100 ribu per kilogram menjadi Rp130 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada cabai merah besar, dari Rp65 ribu per kilogram menjadi Rp80 ribu per kilogram. Begitu pula cabai merah keriting yang naik dari Rp65 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop) Tana Tidung, M. Tahir, mengatakan kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai, tetapi juga pada beberapa komoditas lain.

“Bawang putih naik dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram, kemudian daging ayam dari Rp48 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Kenaikan rata-rata berkisar Rp5 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan di tengah meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Petani lokal juga belum memasuki masa panen,” tambahnya.

Sementara itu, harga daging sapi masih berada di kisaran Rp165 ribu per kilogram. Bawang merah Rp50 ribu per kilogram, telur ayam lokal Rp65 ribu per piring, dan telur dari Sulawesi Rp73 ribu per piring.

“Untuk gula, beras, dan minyak goreng masih relatif stabil,” jelasnya.

Disperindagkop, lanjut Tahir, akan terus melakukan pemantauan harga di pasaran. Ia juga memprediksi harga berpotensi kembali meningkat apabila pasokan tidak mencukupi.

“Selama ini kita masih bergantung pada pasokan komoditas dari luar daerah, ketika di luar sedikit ya kita tak kebagian,” tutupnya. (ana)

Editor : Sophian Hadi