TiDENG PALE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) terus melakukan perbaikan di sejumlah ruas jalan strategis guna memastikan kelancaran akses masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri 2026.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPRPKP Tana Tidung, Punjul Sidi Waluyo, mengatakan perbaikan jalan sebenarnya telah dimulai sejak momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu.
Menurutnya, pada periode tersebut pihaknya fokus melakukan perbaikan jalan di wilayah Seputuk. Perbaikan dilakukan mulai dari Kilometer 6 hingga ke Seputuk dengan jarak sekitar 5 km.
“Waktu Nataru kemarin kami fokus memperbaiki ruas dari Kilometer 6 sampai ke Seputuk. Jalan yang rusak parah kami perbaiki menggunakan alat kami sendiri dengan pengerasan tanah pilihan. Targetnya sebelum Natal dan Tahun Baru sudah bisa dilalui dengan baik, dan alhamdulillah target itu tercapai,” ujarnya, Rabu (11/3).
Setelah pekerjaan tersebut selesai, alat berat kemudian ditarik untuk dilakukan perawatan sebelum kembali digunakan untuk penanganan jalan di lokasi lain.
Memasuki pertengahan Januari, sekitar tanggal 15, alat berat kembali digeser untuk memperbaiki ruas jalan poros menuju Bebatu yang mengalami kerusakan cukup parah.
“Di ruas Bebatu itu ada sekitar 29 titik rusak parah. Kami lakukan perbaikan dengan harapan saat Ramadan dan Idul Fitri akses jalan sudah dalam kondisi baik. Alhamdulillah sekarang jalannya sudah jauh lebih bagus,” jelasnya.
Perbaikan di ruas tersebut dilakukan dengan metode penimbunan menggunakan tanah pilihan sebagai langkah penanganan awal agar jalan tetap aman dilalui masyarakat.
Setelah pekerjaan di Bebatu selesai, DPUPRPKP kembali memindahkan alat berat ke ruas jalan Sebawang menuju Pelabuhan Nusantara.
Perbaikan di ruas tersebut dimulai pada 24 Februari dengan fokus pada penanganan jalan bergelombang dan berlubang, mulai dari Simpang Pelabuhan Ferry hingga Simpang Seludau.
“Jalan yang rusak kami perbaiki menggunakan agregat dan penambalan. Sekarang sebagian besar lubang sudah tertutup dan kondisi jalan sudah mulai membaik,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui kerusakan jalan di ruas tersebut cukup cepat terjadi kembali akibat tingginya aktivitas truk pengangkut sawit dengan muatan berat yang melintas setiap hari.
“Kendala terbesar memang kendaraan angkutan sawit yang kapasitas muatannya cukup besar. Tapi kami tetap berupaya agar sebelum Idul Fitri kondisi jalan tetap layak dilalui masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, untuk penanganan lubang kecil di jalan beraspal, pihaknya terpaksa menggunakan campuran semen atau beton sebagai solusi sementara karena stok aspal saat ini sedang kosong.
“Lubang kecil kami tutup pakai semen atau beton sementara, sambil menunggu pengadaan aspal dingin yang saat ini masih dalam proses,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkab Tana Tidung juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2,3 miliar untuk pemeliharaan berkala di ruas jalan Sebawang hingga Simpang Pelabuhan Nusantara.
Melalui anggaran tersebut, titik-titik jalan yang rusak berat nantinya akan diperbaiki dengan metode beton bertulang atau rigid pavement agar lebih kuat menahan beban kendaraan berat.
“Yang rusak parah akan kami potong lalu diganti dengan beton bertulang supaya lebih tahan lama,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah daerah juga berencana melakukan pelapisan ulang (overlay) aspal di ruas jalan mulai dari Simpang Al-Jihad hingga Simpang Seludau.
Program tersebut menjadi bagian dari kebijakan pembangunan infrastruktur secara bertahap agar kualitas jalan semakin baik.
“Untuk saat ini penanganan yang kami lakukan sifatnya sementara agar masyarakat tetap nyaman melintas, terutama menjelang Idul Fitri,” pungkasnya. (ana/ana)
Sebelum Idul Fitri Tidak Ada Jalan Berlubang