Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Telur Peternak Lokal Tana Tidung Diserap Pasar Murah Ramadan, Tunda Pesanan Lain

Sopian Hadi • Jumat, 6 Maret 2026 | 06:12 WIB

 

LOKAL: Aktivitas pekerja di salah satu pemasok telur di Tana Tidung.   
LOKAL: Aktivitas pekerja di salah satu pemasok telur di Tana Tidung.  
TIDENG PALE – Program pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Tana Tidung selama Ramadan turut menggerakkan produksi peternak lokal. Salah satunya Farabi Farm yang memprioritaskan distribusi telur untuk mendukung program tersebut.

Direktur Farabi Farm, Hendra Wahyudi, mengatakan pihaknya saat ini memfokuskan pasokan telur untuk memenuhi kebutuhan pasar murah yang diselenggarakan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM. “Kalau terkait permintaan, sebenarnya bukan bulan puasa saja yang ramai. Di bulan-bulan biasa juga penuh. Cuma karena di bulan puasa ini ada program pasar murah dari pemerintah melalui Disperindagkop, maka mereka menggandeng kami sebagai peternak lokal untuk menyediakan telur,” ujarnya, Jumat (6/3).

Menurut Hendra, keterbatasan produksi membuat pihaknya harus memprioritaskan kebutuhan program tersebut. Pesanan di luar pasar murah untuk sementara ditunda hingga program selesai.

“Karena ketersediaan telur kami terbatas, maka selama Ramadan ini kami fokuskan untuk kebutuhan pasar murah. Order di luar itu sementara kami pending sampai program pasar murah selesai,” katanya.

Saat ini Farabi Farm memproduksi sekitar 5.300 butir telur per hari. Sebagian besar produksi tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar murah yang digelar pemerintah daerah.

Dalam program tersebut, Disperindagkop membutuhkan sekitar 2.885 piring telur atau sekitar 86.550 butir yang akan disalurkan ke tiga kecamatan yang menjadi lokasi pelaksanaan pasar murah.

Di luar program tersebut, Farabi Farm juga tetap memenuhi pasokan telur kepada perusahaan yang telah menjalin kerja sama sebelumnya.

“Kami sudah melakukan MoU dengan salah satu perusahaan untuk pengadaan telur. Kebutuhan mereka sekitar 50 ribu butir per bulan, dan pengirimannya bisa satu sampai dua kali dalam seminggu,” jelasnya.

Kerja sama tersebut telah berlangsung sejak September tahun lalu dan masih berjalan hingga saat ini. Sementara untuk distribusi harian di luar kerja sama perusahaan, telur Farabi Farm dipasarkan di beberapa wilayah di Tana Tidung, seperti Pasar Imbayud Taka, toko-toko di Tideng Pale, serta sejumlah toko di Kecamatan Betayau.

Saat ini Farabi Farm belum melakukan distribusi ke luar daerah. Namun peluang tersebut tetap terbuka jika populasi ayam petelur meningkat.

“Ada sih penawaran dari luar Tana Tidung, cuma mahal di ongkos transportasi. Jadi belum ketemu harga yang cocok. Insyaallah, jika populasi ayam kami meningkat, bisa aja kami merambah seperti ke Malinau, Tanjung Selor dan Tarakan," ujarnya.

Farabi Farm sendiri berlokasi di Desa Maning, Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung.

Terkait peluang kerja sama dengan program makan bergizi gratis (MBG), Hendra menyebut hingga saat ini belum ada penawaran yang masuk kepada pihaknya.

“Kalau untuk program MBG belum ada penawaran masuk ke kami. Tapi kalau ke depan ada, insya Allah kami siap untuk bekerja sama. Kebetulan kami juga ingin menambah populasi ayam lagi,” katanya.

Ia juga menilai kehadiran telur lokal mulai diminati masyarakat karena dinilai lebih segar dibandingkan telur dari luar daerah.

“Sekarang dengan adanya telur lokal, masyarakat sudah banyak beralih. Selain harganya lebih terjangkau, kualitas telurnya juga lebih fresh dibandingkan telur dari luar daerah," pungkasnya. (ana/lim)

 

Editor : Azward Halim