Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kena Dampak Efisiensi Anggaran, Program Rusa Muda Tana Tidung Ditiadakan Tahun Ini

Sopian Hadi • Jumat, 6 Maret 2026 | 06:01 WIB

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tana Tidung H. Sarif
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tana Tidung H. Sarif
TIDENG PALE – Program Rumah Sakit Masuk Desa (Rusa Muda) di Kabupaten Tana Tidung dipastikan tidak dilaksanakan pada tahun 2026. Kebijakan ini diambil sebagai dampak dari efisiensi anggaran yang tengah dilakukan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Tana Tidung, H. M. Sarif, menjelaskan bahwa penundaan program tersebut bukan berarti pelayanan kesehatan kepada masyarakat berkurang.

Saat ini pihaknya tetap memfokuskan layanan pada program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) yang masih berjalan.

“Untuk tahun 2026 memang kita tunda dulu karena kondisi efisiensi anggaran. Tapi bukan berarti pelayanan ke masyarakat berkurang. Sekarang kita fokus ke program pemeriksaan kesehatan gratis. Jika ada indikasi penyakit yang perlu penanganan lanjutan, langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan,” ujarnya, Kamis (5/3).

Sarif mengungkapkan, program Rusa Muda membutuhkan anggaran cukup besar karena pemerintah daerah harus mendatangkan dokter spesialis langsung ke desa, sekaligus memobilisasi tenaga medis, peralatan kesehatan, serta obat-obatan yang ada di RSUD Achmad Berahim Tideng Pale.

“Jadi dokter-dokter yang kami bawa ini langsung dari RSUD Achmad Berahim, lengkap dengan peralatan medis portable seperti alat EKG, USG, dan alat pendukung lainnya,” bebernya.

Program tersebut dijalankan sebanyak delapan kali kunjungan dengan total anggaran sekitar Rp600 juta dalam satu tahun.

Setiap kegiatan melibatkan banyak tenaga kesehatan dan membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit.

Berdasarkan perhitungan Dinas Kesehatan, jika pasien melakukan pelayanan kesehatan secara mandiri ke dokter spesialis, terutama dari desa yang jauh dari pusat layanan kesehatan, satu pasien dapat menghabiskan biaya sekitar Rp 1,25 juta.

“Jika harus berobat sendiri ke kota, biaya yang dikeluarkan masyarakat bisa jauh lebih besar, mulai dari transportasi, makan, hingga penginapan serta keluarga pendamping. Apalagi pasien dari Tengku Dacing ke Tarakan bisa mencapai Rp 3 juta yang harus dikeluarkan,” ungkapnya.

Dengan adanya program Rusa Muda, masyarakat cukup terbantu karena seluruh biaya pelayanan ditanggung oleh Pemkab Tana Tidung.

“Tanpa BPJS Kesehatan pun tetap gratis, biaya ditanggung pemda,” ujarnya.
Artinya, Pemkab Tana Tidung memberikan bantuan kepada masyarakat bukan dalam bentuk uang, tetapi melalui pelayanan kesehatan gratis. “Masyarakat selalu antusias menyambut program ini,” ujarnya.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, program Rusa Muda juga berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat desa.

“Saat kegiatan berlangsung, banyak pedagang kecil membuka lapak di sekitar lokasi pelayanan karena ramainya warga yang datang memeriksakan kesehatan,” sebutnya.

Termasuk pengusaha speedboat dan penginapan yang turut merasakan perputaran uang dari kegiatan tersebut.

Untuk sementara, program tersebut ditunda sambil menunggu kondisi keuangan daerah membaik.

Pemerintah daerah juga sedang memprioritaskan peningkatan fasilitas layanan kesehatan, termasuk persiapan pengembangan rumah sakit daerah menjadi kelas C.

Meski demikian, Dinas Kesehatan memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan melalui fasilitas kesehatan yang ada serta berbagai program layanan yang tetap dilaksanakan. (ana/lim)

Editor : Azward Halim