Berdasarkan survei harga harian yang dilakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Tana Tidung, harga cabai terutama jenis rawit mengalami kenaikan cukup signifikan.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Tana Tidung, M. Tahir, menyebutkan harga cabai rawit saat ini mencapai Rp 100 ribu per kilogram.
Angka tersebut naik sekitar 18 persen dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp 80 ribu per kilogram.
“Sekarang harga cabai rawit tembus Rp 100 ribu per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp 80 ribu atau naik Rp 20 ribu per kilogram,” kata Tahir kepada Radar Tarakan, Kamis (5/3).
Tidak hanya cabai rawit, kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah besar yang naik sekitar 5 persen dari Rp 60 ribu menjadi Rp 65 ribu per kilogram.
Begitu juga dengan cabai merah keriting yang turut mengalami kenaikan sekitar 5 persen menjadi Rp 65 ribu per kilogram.
Menurut Tahir, kenaikan harga tersebut dipicu oleh keterbatasan pasokan dari daerah luar, sementara produksi dari petani lokal juga masih terbatas.
“Kenaikan harga ini karena keterbatasan stok dari luar. Sementara pasokan dari petani lokal juga kurang,” jelasnya.
Ia menambahkan, meningkatnya permintaan selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri juga turut memengaruhi ketersediaan stok di pasaran.
“Tahu sendiri, selama Ramadan permintaan meningkat. Apalagi sudah mendekati Lebaran, banyak daerah juga mulai menyetok. Seperti di Tarakan, kebutuhan mereka meningkat sehingga pasokan yang masuk ke Tana Tidung juga terbatas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan salah seorang pedagang di Pasar Imbayud Taka, Mariati.
Ia mengaku tidak berani mengambil cabai dalam jumlah banyak dari distributor karena khawatir tidak habis terjual.
“Saya tidak berani ambil banyak, takut tidak habis. Paling saya ambil satu kilogram saja,” ungkapnya.
Menurutnya, minat masyarakat untuk membeli cabai dalam jumlah besar juga tidak terlalu tinggi.
Rata-rata pembeli hanya membeli dalam jumlah kecil.
“Kalau di KTT ini jarang yang beli cabai banyak. Paling banyak setengah kilogram, bahkan rata-rata hanya Rp 5 ribu saja,” tuturnya.
Sementara itu, harga beberapa bahan pokok lainnya terpantau masih relatif stabil.
Bawang merah dijual sekitar Rp 50 ribu per kilogram, bawang putih Rp 35 ribu per kilogram, daging ayam Rp 48 ribu per kilogram, gula pasir Rp 18 ribu per kilogram.
Untuk komoditas telur, telur ayam Sulawesi dijual Rp 73 ribu per piring, sedangkan telur ayam lokal berada di kisaran Rp 65 ribu per piring. (ana/lim) Editor : Azward Halim