Dapur tersebut mulai beroperasi sejak 11 Februari 2026 dan pada tahap awal melayani 981 penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan.
Koordinator Wilayah MBG Badan Gizi Nasional Kabupaten Tana Tidung, Jusriadi, menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan data awal saat pelaksanaan perdana dan masih berpotensi bertambah pada awal bulan depan.
“Ini data awal saat running perdana. Kemungkinan akan ada penambahan penerima manfaat pada tanggal 2 bulan depan,” ujarnya, Jumat (20/2).
Sebanyak 981 penerima manfaat tersebut berasal dari PAUD Kasih Ibu (27 orang), PAUD Harapan Takau (36 orang), PAUD Cinta Ibu (18 orang), PAUD Tubus Sepala (78 orang), SDN 10 Tana Tidung (158 orang), SDN 025 Tana Tidung (45 orang), SDN 011 Tana Tidung (55 orang), SDN Terpadu Unggul (263 orang), SMAN 1 Sesayap (232 orang), serta SMKN 1 Sesayap (69 orang).
Untuk jangkauan layanan, radius distribusi SPPG Sesayap Hilir relatif dekat.
Jarak pengantaran maksimal berada di kisaran 2 hingga 3 kilometer, namun sekolah yang terlayani saat ini berada tidak jauh dari dapur SPPG.
Pada bulan berikutnya, jumlah penerima manfaat MBG di Tana Tidung ditargetkan bertambah 1.619 orang. Jumlah tersebut mencakup siswa, guru, serta kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Selama libur bulan Ramadan, pola pendistribusian MBG menyesuaikan dengan surat edaran resmi BGN tahun 2026.
Berdasarkan informasi dari Kepala SPPG, saat ini sistem yang diterapkan adalah pengantaran ke sekolah dengan paket bundling makanan kemasan sehat untuk kebutuhan tiga hari bagi sekolah yang libur. Namun yang tidak libur tetap diberikan setiap hari.
"Sebenarnya ada tiga alternatif untuk pola pendistribusiannya selama Ramadan berdasarkan surat edaran resmi dari BGN,"ungkapnya.
Pertama sistem pengantaran ke sekolah untuk paket bundling tiga hari, paket makanan kemasan sehat.
Kedua, pengambilan/pembagian di SPPG (take‑away terjadwal). Ketiga sistem delivery ke penerima manfaat melalui hub/titik serah terima. Menu yang disediakan selama Ramadan berupa menu kering atau kemasan praktis.
Untuk rapel tiga hari, menu sementara yang disiapkan meliputi singkong goreng, telur ayam steam, susu UHT plain, serta ayam ungkep sebagai alternatif bagi penerima yang memiliki alergi telur.
"Menu tersebut akan diganti secara berkala," sebutnya.
Di luar bulan puasa, menu yang disajikan berupa makanan basah atau siap santap.
Dengan operasional perdana SPPG Sesayap Hilir ini, diharapkan program makan bergizi gratis di Kabupaten Tana Tidung dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, khususnya anak sekolah dan kelompok rentan. (ana/lim)
Editor : Azward Halim