Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

‎Satpol PP Tana Tidung Aktifkan Kembali Peran Linmas

Sopian Hadi • Senin, 16 Februari 2026 | 18:54 WIB

ILUSTRASI AI
ILUSTRASI AI
TIDENG PALE - Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus memperkuat peran petugas perlindungan masyarakat (linmas) sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tingkat desa.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas desa dan kecamatan.

‎Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, mengatakan linmas merupakan unsur pengamanan yang melekat langsung dengan desa dan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas wilayah.

‎“Linmas ini sebenarnya perpanjangan tangan Satpol PP atau pemerintah daerah, melekat di desa masing-masing. Jumlahnya berbeda-beda, ada yang tiga orang, lima orang, tergantung kemampuan desa dalam memfasilitasi pembiayaannya,” jelas Arief, Sabtu (14/2).

‎Satpol PP berperan mendorong penguatan fungsi serta meningkatkan pemahaman tugas linmas di lapangan. Dua pekan lalu, Satpol PP Tana Tidung menggelar apel bersama linmas se-Kecamatan Sesayap.

‎Kegiatan tersebut melibatkan kepala desa serta badan permusyawaratan desa (BPD) sebagai bentuk penguatan koordinasi dan penyamaan persepsi.

“Pada apel itu kami sampaikan isu-isu krusial yang sedang kita hadapi, mulai dari masalah ketertiban, keamanan, hingga potensi gangguan sosial di desa. Ini penting agar Linmas paham peran dan tanggung jawabnya,” ujarnya.

Arief menyebutkan, kegiatan serupa sebenarnya dijadwalkan kembali pada pekan lalu. Namun karena berbenturan dengan agenda sosialisasi di sekolah, pelaksanaannya ditunda dan direncanakan berlanjut setelah Hari Raya Idulfitri, dengan target menjangkau seluruh kecamatan di Tana Tidung.

‎“Ke depan, kami akan menyentuh hingga lima kecamatan. Tujuannya agar masyarakat semakin paham bahwa di desa ada petugas yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.

Menurut Arief, peran linmas sangat vital karena mereka memahami kondisi riil desa, mulai dari karakter masyarakat hingga potensi kerawanan wilayah.

“Kalau terjadi sesuatu, baik itu musibah, bencana alam, atau gangguan keamanan, linmas adalah pihak terdekat. Mereka nanti akan mengomunikasikan ke kami di Pol PP hingga instansi terkait lainnya,” jelasnya.

‎Meski diakui terdapat perbedaan tingkat kedisiplinan dan kesiapan antaranggota linmas, Arief menegaskan pihaknya tidak menilai dari sisi sumber daya manusia, melainkan dari tanggung jawab yang melekat pada tugas.

‎“Sebagai linmas desa, mereka harus memiliki rasa tanggung jawab besar untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayahnya masing-masing. Itu yang terus kami dorong,” ujarnya.

‎Arief menambahkan, berdasarkan amanat Kementerian Dalam Negeri, harus ada kegiatan pembinaan yang dilakukan, meski perlu dikolaborasikan dengan berbagai metode. “Dulu pernah kami lakukan pembinaan. Kalau sekarang kami belum memiliki anggaran khusus, tetapi itu bukan satu-satunya cara. Pembinaan masih bisa dilakukan, misalnya melalui Zoom,” katanya.

‎Ia berharap kepala Seksi Linmas Satpol PP dapat lebih aktif, mengingat masih banyak hal yang perlu dipahami dan diperkuat di lapangan. (ana/lim)

Editor : Azward Halim