Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, menjelaskan pengunduran jadwal tersebut merupakan hasil koordinasi
dengan Bupati dan Sekda Tana Tidung.
“Peringatan HUT ini memang memiliki momentum rutin setiap tahunnya. Namun, untuk tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan pada Maret, sehingga diputuskan pelaksanaannya dialihkan ke bulan April,” ujarnya, Minggu (15/2).
Kabupaten Tana Tidung sendiri tahun ini dipercaya menjadi tuan rumah peringatan HUT Satpol PP ke-76 yang dirangkaikan dengan HUT Damkar dan Penyelamatan ke-107 serta HUT Linmas ke-64 tingkat provinsi.
Kegiatan ini rencananya akan diikuti oleh kontingen dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Utara.
Menurut Arief, setiap daerah berpeluang mengirimkan kontingen hingga 50 orang, meski kehadiran disesuaikan dengan kemampuan anggaran masing-masing daerah.
“Kalau tiap kabupaten/kota mampu mengirimkan sejumlah itu, kita adakan lomba defile. Kalau tidak, kita ke konsep yang lain,” ujar Arief.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin.
Pada hari pertama, para kontingen akan tiba di Tana Tidung dan dilanjutkan dengan welcome dinner yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan melibatkan pelaku UMKM lokal.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” katanya.
Selanjutnya, Minggu pagi diisi dengan kegiatan kerja bakti di wilayah Gunung Rian, dilanjutkan rapat pimpinan seluruh Kasat Satpol PP se-Kalimantan Utara pada siang hari.
Malam harinya, kembali digelar kegiatan hiburan rakyat dan perlombaan menyanyi yang terbuka bagi masyarakat umum maupun anggota Satpol PP.
Puncak acara akan berlangsung pada Senin pagi melalui upacara peringatan HUT Satpol PP, Damkar, dan Linmas yang dipusatkan di RTH Kabupaten Tana Tidung.
“Sebagai tuan rumah, tentu kami melakukan persiapan maksimal. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat sinergi antar-aparatur, tetapi juga memperkenalkan potensi daerah serta menggerakkan perekonomian lokal,” pungkas Arief. (ana/lim)