Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Docking Feri Jelang Lebaran Disorot, Dishub Tana Tidung: Bukan Disengaja

Sopian Hadi • Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:55 WIB

‎TERAKHIR: Mulai 15 Februari, Kapal Feri Manta akan melakukan docking hingga satu bulan ke depan. ‎
‎TERAKHIR: Mulai 15 Februari, Kapal Feri Manta akan melakukan docking hingga satu bulan ke depan. ‎
TIDENG PALE – Masuknya kapal feri penyeberangan ke agenda docking tahunan menjelang arus mudik Lebaran kembali menuai sorotan publik.

‎Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kelancaran transportasi laut.

‎Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Tidung menegaskan bahwa proses docking bukan unsur kesengajaan, melainkan kewajiban tahunan yang harus dipenuhi oleh setiap kapal.

‎Kepala Dishub Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, mengatakan docking kapal tidak bisa dihindari karena berkaitan langsung dengan izin keselamatan pelayaran. “Ini murni kebetulan. Kapal wajib docking setiap tahun. Kalau tidak docking, surat izin jalannya tidak akan diterbitkan,” ujarnya, Jumat (13/2).

‎Ia menjelaskan, kewajiban tersebut sepenuhnya berada di bawah ketentuan KSOP Balikpapan, sehingga tidak dapat dimajukan maupun ditunda.

‎Selain docking, kapal juga harus menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk standar pemeriksaan minimal (SPM).

‎Proses ini menyebabkan adanya jeda waktu sebelum kapal kembali melayani penumpang. ‎“Bukan cuma docking, setelah itu masih ada pemeriksaan lagi. Jadi memang ada waktu tunggu,” tambahnya.

‎Terkait kemungkinan kapal pengganti, Dishub Tana Tidung masih melihat perkembangan jumlah penumpang. “Kita lihat dulu sepekan. Kalau penumpang membludak, baru kita bersurat minta kapal pengganti,” katanya.

‎Namun, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, upaya tersebut kerap terkendala pertimbangan bisnis operator kapal.

‎“Biaya membawa kapal pengganti besar, sementara jumlah penumpang belum tentu sebanding. Itu yang jadi pertimbangan operator, karena khusus rute Tana TGidung komersil,” ungkap Arief.

‎Ia menegaskan Dishub tidak memiliki kewenangan memaksa operator menambah armada. “Kami hanya membantu dari sisi pelayanan, bongkar muatnya,” tegasnya.

‎Arief berharap kapal feri bisa kembali beroperasi sebelum Idul fitri. Jika melihat jadwal docking yang dimulai 14 Februari, ia memperkirakan kapal berpotensi kembali melayani penumpang sekitar H-7 Lebaran.

‎“Tahun lalu juga begitu. Bahkan sempat masuk sebelum Lebaran, hanya saja karena mesin bermasalah harus kembali docking lebih lama,docking biasanya sebulan. Semoga saja tahun ini tak ada halangan,” pungkasnya. (ana/lim)

Editor : Azward Halim