Hal ini ditandai dengan digelarnya penerangan dan penyuluhan hukum program jaksa masuk sekolah di Aula Bankaltimtara Tideng Pale, Kamis (12/2).
Para pelajar mendapatkan pembekalan hukum seputar penyalahgunaan media sosial, perundungan (bullying), kekerasan seksual, hingga bahaya narkotika.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tana Tidung, Arman Jauhari menegaskan bahwa kemajuan teknologi digital membawa dampak besar dalam dunia pendidikan.
Media sosial, kata dia, dapat menjadi sarana positif untuk belajar, berbagi informasi, dan mengembangkan kreativitas peserta didik.
Namun di sisi lain, ia mengingatkan bahwa penggunaan media sosial tanpa pemahaman yang baik justru dapat menimbulkan persoalan hukum.
“Media sosial bisa menjadi ruang terjadinya perundungan, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, bahkan pelanggaran hukum jika tidak digunakan secara bijak,” ujar Arman dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan.
Arman menekankan bahwa praktik bullying, baik secara langsung maupun melalui media digital, bukanlah persoalan sepele.
Dampaknya dapat memengaruhi kondisi psikologis peserta didik, menurunkan rasa percaya diri, hingga mengganggu prestasi belajar.
“Sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua siswa,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung untuk terus memperkuat pendidikan karakter di satuan pendidikan.
Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong budaya saling menghargai, meningkatkan literasi digital, serta menindak tegas setiap bentuk kekerasan dan perundungan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Arman juga mengajak para pelajar memanfaatkan media sosial secara positif.
Menurutnya, platform digital seharusnya digunakan untuk berbagi prestasi, menyebarkan inspirasi, dan memperluas wawasan, bukan untuk menghina atau merendahkan orang lain.
“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat dan membangun,” pesannya.
Melalui program Jaksa Masuk Sekolah, diharapkan para pelajar semakin memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang dilakukan.
Kesadaran hukum sejak dini dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berakhlak, serta berintegritas di masa depan.
Kegiatan yang mengangkat tema “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman” ini menghadirkan narasumber dari Tim Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Negeri Bulungan. (ana/lim)