Kepala BPS Tana Tidung, Achmad Sani Setiawan, menjelaskan bahwa hingga kini belum ada pembukaan resmi rekrutmen mitra pendata. Seluruh tahapan masih menunggu petunjuk teknis dari pusat.
“Kami masih menunggu arahan pusat terkait perekrutan mitra kerja petugas pendata lapangan. Saat ini belum ada pembukaan pendaftaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tugas mitra nantinya akan difokuskan pada kegiatan pendataan lapangan.
Secara umum, kualifikasi yang dibutuhkan antara lain memiliki gadget serta pendidikan minimal SMA.
Namun, keterlibatan mahasiswa dengan latar pendidikan S1 hingga S2 sangat disarankan oleh pimpinan BPS pusat.
“Jangan minder, sesuaikan dengan kondisi daerah. Kita juga tidak memiliki kampus di sini. Tapi siapa tahu ada yang sedang kuliah di luar daerah atau sedang masa penyusunan skripsi, itu terbuka untuk ikut,” jelasnya.
Selain itu, ASN PPPK dan PNS juga diperbolehkan mengikuti kegiatan sebagai mitra, namun dengan ketentuan tertentu.
PPPK maupun PNS hanya diperkenankan menerima honor sebesar 50 persen dari nilai normal, serta harus mendapatkan izin tertulis dari atasan langsung.
“Harus ada persetujuan dari pimpinan bahwa yang bersangkutan diperbolehkan ikut dan benar-benar bersungguh-sungguh,” tegasnya.
Di sisi lain, BPS Tana Tidung mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap maraknya informasi perekrutan mitra palsu di media sosial.
Ia menegaskan bahwa BPS belum melakukan rekrutmen.
“Di beberapa media sosial sudah mulai muncul, dan ini kami khawatirkan penipuan. BPS belum membuka pendaftaran apa pun,” tegasnya.
Ia menambahkan, akun resmi BPS RI dan BPS Tana Tidung telah menyampaikan imbauan kewaspadaan dan meminta masyarakat untuk berhati-hati, terutama jika ada pihak yang meminta data pribadi dengan mengatasnamakan BPS.
“Kalau memang ingin jelas, silakan datang langsung ke kantor BPS. Pengumuman resmi pasti akan disampaikan melalui media sosial resmi BPS,” katanya.
Menurutnya, proses pendaftaran mitra nantinya juga akan dilakukan melalui aplikasi resmi BPS bernama Sobat BPS, sehingga masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.
"Untuk jumlah mitra kita belum pastikak, tapi estimasi kita berdasarkan pendataan di 2023 sekitar 25 orang," tutupnya. (ana/lim) Editor : Azward Halim