Instruksi tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan daerah.
Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengatakan, arahan tersebut menjadi salah satu fokus utama Presiden dalam Rakornas, karena penggunaan atap seng dinilai kurang baik dari sisi estetika maupun ketahanan jangka panjang.
“Pak Presiden menginginkan ke depan tidak ada lagi rumah yang menggunakan atap seng. Selain mudah berkarat, juga kurang baik secara estetika di mata internasional,” ujar Ibrahim Ali.
Menurutnya, program gentengnisasi ini akan didukung melalui penguatan Koperasi Merah Putih yang direncanakan dibekali fasilitas pabrik genteng.
Hal tersebut dinilai strategis karena bahan baku genteng mudah diperoleh di Indonesia sekaligus berpotensi membuka lapangan kerja baru di daerah.
“Bahan bakunya tersedia di dalam negeri. Selain memperbaiki kualitas rumah rakyat, program ini juga diarahkan untuk membuka lapangan pekerjaan,” jelasnya.
Ibrahim Ali menyebut, sebagian besar rumah masyarakat di Kabupaten Tana Tidung saat ini masih menggunakan atap seng. Namun ke depan, rumah-rumah rakyat yang dibangun melalui program pemerintah akan diarahkan menggunakan genteng dengan harga yang lebih terjangkau.
“Untuk teknis pelaksanaannya tentu akan menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat. Daerah pada prinsipnya siap menjalankan instruksi Presiden,” tegasnya.
Selain gentengnisasi, Presiden Prabowo juga menyampaikan berbagai program strategis nasional lainnya, seperti makan bergizi gratis (MBG), penguatan koperasi merah putih, sekolah rakyat, serta sektor kesehatan yang berdampak langsung pada penguatan layanan rumah sakit di daerah. (ana/lim)
Editor : Azward Halim