Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pembangunan Perpustakaan DAK Rampung 100 Persen, Lanskap Rp 7 M Masih Jadi PR

Sopian Hadi • Sabtu, 7 Februari 2026 | 08:19 WIB

SIAP DITEMPATI: Bupati Ibrahim Ali monitoring pembangunan perpustakaan daerah yang didanai DAK.
SIAP DITEMPATI: Bupati Ibrahim Ali monitoring pembangunan perpustakaan daerah yang didanai DAK.
TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung memastikan pembangunan gedung perpustakaan yang dibiayai melalui dana alokasi khusus (DAK) APBN telah rampung 100 persen berdasarkan progres pekerjaan.

‎Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, saat melakukan pengecekan lapangan terhadap proyek pembangunan perpustakaan tersebut, Kamis (5/2).

‎“Secara progres pekerjaan sudah selesai 100 persen. Karena pembiayaannya dari DAK, memang terjadi beberapa pergeseran, dan lain-lain. Itu hal yang wajar,” kata Ibrahim Ali.

‎Meski demikian, Bupati mengakui masih terdapat beberapa item bangunan yang belum terselesaikan secara menyeluruh.

‎Untuk itu, ia telah menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) agar segera mengambil langkah penyelesaian, termasuk melalui penambahan anggaran.

‎“Tadi sudah saya perintahkan ke Pak Sekda untuk menyelesaikan, termasuk penambahan anggaran. Itu bisa, lewat penganggaran langsung melalui program pelaksanaan langsung (PL),” jelasnya.

Terkait pembangunan lanskap atau halaman perpustakaan, Bupati menyebut pekerjaan tersebut belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat karena membutuhkan anggaran yang cukup besar.

‎“Untuk halaman memang belum, karena itu butuh anggaran besar. Perkiraan kita sekitar Rp7 miliar. Sementara ini, konsentrasi kita masih pada program-program prioritas di pusat pemerintahan,” ujarnya.

‎Meski demikian, Ibrahim Ali menegaskan bahwa gedung perpustakaan sudah dapat dimanfaatkan tanpa harus menunggu penyelesaian seluruh fasilitas pendukung.

‎“Saya sudah minta supaya segera dimanfaatkan. Tidak apa-apa, lantai bawah bisa dipakai dulu,” tegasnya.

Ia juga menyinggung kondisi akses masuk gedung yang masih berupa tanah, sehingga berpotensi kotor saat hujan. Menurutnya, pembangunan lanskap akan dikebut apabila anggaran memungkinkan.

‎“Kalau halaman belum dibangun, ya pasti kalau hujan becek dan orang masuk jadi kotor. Mudah-mudahan ke depan bisa kita kebut pembangunannya, kalau ada uang,” pungkasnya. (ana/lim)

Editor : Azward Halim