Kunjungan ini untuk meninjau progres pembangunan rumah sakit yang merupakan bagian dari program hasil terbaik cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kesehatan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Ibrahim Ali menyampaikan bahwa progres pembangunan rumah sakit telah rampung 100 persen berjalan sesuai kontrak.
Bahkan, seluruh fasilitas utama dinyatakan lengkap, mulai dari ruang operasi, ICU, ruang rawat inap, hingga layanan cuci darah.
“Alhamdulillah, semua fasilitas sudah tersedia dan lengkap. Saat ini bangunan juga masih dalam masa pemeliharaan selama satu tahun,” ujar Ibrahim Ali usai berdiskusi dengan pejabat pembuat komitmen teknis (PPTK).
Ia menjelaskan, setelah proses serah terima bangunan dilakukan, pengelolaan rumah sakit sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Tana Tidung.
Oleh karena itu, perhatian utama pemerintah daerah saat ini adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM).
“Saya sudah memerintahkan Pak Sekda untuk menyiapkan SDM, bukan hanya tenaga kesehatan, tapi juga dokter spesialis, teknisi alat kesehatan, hingga tenaga engineering. Karena fasilitas di rumah sakit ini berbasis teknologi canggih,” tegasnya.
Menurut Ibrahim, jika SDM tidak disiapkan dengan baik, maka keberadaan bangunan dan fasilitas modern tersebut tidak akan optimal.
Pemkab Tana Tidung pun berencana memberikan pelatihan serta menyekolahkan tenaga kesehatan agar memenuhi standar kompetensi.
Di akhir wawancara, Bupati Ibrahim Ali menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian besar terhadap Kabupaten Tana Tidung dan masyarakat Kalimantan Utara. “Insyaallah, manfaat rumah sakit ini akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Tana Tidung dan Kalimantan Utara,” pungkasnya.
Seperti diketahui rumah sakit ini dilaunching langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 21 Februari 2025 lalu dengan menelan anggaran sekitar Rp 164 miliar dari APBN. (ana/lim)