Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pemda Siapkan Operasi Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan

Sopian Hadi • Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:34 WIB

‎STABILKAN HARGA: Mulai 9 Februari Disperindagkop Tana Tidung menggelar operasi pasar murah di Tana Lia.Tampak aktivitas di Pasar Imbayud Taka Tideng Pale. ‎
‎STABILKAN HARGA: Mulai 9 Februari Disperindagkop Tana Tidung menggelar operasi pasar murah di Tana Lia.Tampak aktivitas di Pasar Imbayud Taka Tideng Pale. ‎
TIDENG PALE – Pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026.

‎Salah satunya dengan menggelar operasi pasar dan pasar murah bersubsidi di empat kecamatan.

‎Kabid Perdagangan, M. Tahir, mengatakan pengendalian harga dilakukan melalui dua skema utama.

‎Pertama, operasi pasar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan fokus pengawasan dan pengontrolan harga di pasar tradisional maupun toko-toko.

“Kami akan turun langsung ke pasar untuk memastikan harga tetap terkendali dan tidak terjadi lonjakan yang memberatkan masyarakat,” ujar M. Tahir pada Radar Tarakan, Sabtu (31/1).

‎Langkah kedua yakni pelaksanaan operasi pasar murah bersubsidi yang dimulai pada 9 Februari 2026. Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang tergolong jauh dan sulit dijangkau, sehingga dilaksanakan lebih awal sebelum memasuki bulan puasa.

‎“Karena daerah terjauh, kami dahulukan sebelum Ramadan agar masyarakat lebih siap dan tidak terbebani,” jelasnya.

‎Operasi pasar murah akan digelar di empat kecamatan dengan jadwal bertahap, antara lain pada 9 dan 11 Februari di Tana Lia, kemudian berlanjut hingga 7 Maret 2026 di sejumlah desa lainnya.

‎Adapun komoditas yang dijual dalam pasar murah ini meliputi beras, gula, tepung, minyak goreng, dan telur lokal. Seluruh komoditas dijual dalam bentuk paket dengan harga di bawah harga pasar karena mendapat subsidi pemerintah.

‎“Untuk subsidinya, beras kami subsidi Rp 20.000 per sak, gula Rp 15.000 untuk 2 kilogram, minyak goreng 2 bungkus Rp 15.000, dan telur lokal Rp 10.000 per piring,” rinci M. Tahir.

‎Ia menegaskan, harga paket bisa menyesuaikan kondisi lapangan, terutama untuk wilayah yang jaraknya jauh dan membutuhkan biaya distribusi lebih besar.

‎Namun demikian, harga dipastikan tetap lebih murah dibandingkan harga pasar.

‎Terkait sasaran penerima, M. Tahir menjelaskan pasar murah ini diprioritaskan bagi masyarakat ekonomi lemah, khususnya yang menjalankan ibadah puasa.

‎Meski begitu, pemerintah tetap membuka peluang bagi masyarakat non-Muslim jika kuota masih tersedia.

“Data penerima berasal dari desa. Kami bersurat ke desa, lalu desa mengusulkan data masyarakat sesuai kuota yang diberikan. Kami tidak menentukan langsung, agar tepat sasaran,” jelasnya.

Kuota paket berbeda-beda di setiap desa dan kecamatan, menyesuaikan jumlah penduduk dan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

“Kami berharap program ini benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan dan dapat menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idulfitri,” pungkas M. Tahir.

‎Disperindagkop akan menyiapkan sekitar 4.000 paket sembako tahun ini. (ana/lim)

Editor : Azward Halim