Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Satpol PP Tana Tidung Tegaskan Bahu Jalan Bukan Tempat Berjualan

Sopian Hadi • Sabtu, 31 Januari 2026 | 02:34 WIB

‎TERTIB: Pedagang diharapkan berjualan pada tempatnya dan tak menganggu arus lalu lintas.
‎TERTIB: Pedagang diharapkan berjualan pada tempatnya dan tak menganggu arus lalu lintas.
TIDENG PALE – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, menanggapi maraknya pedagang buah yang menggunakan mobil dan berjualan di bahu jalan.

‎Menurutnya, bahu jalan sejatinya bukan diperuntukkan bagi aktivitas perdagangan, melainkan untuk keselamatan pejalan kaki dan kepentingan lalu lintas.

‎Arief menjelaskan bahwa persoalan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah desa, instansi terkait, hingga aparat penegak peraturan daerah.

‎ Namun, penertiban tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa adanya solusi alternatif bagi para pedagang.

‎“Idealnya, untuk melarang pedagang berjualan di bahu jalan, harus ada tempat yang memang disiapkan. Tempat itu bisa melokalisir pedagang agar tidak menggunakan bahu jalan,” ujarnya.

‎Ia menilai aktivitas berjualan di bahu jalan memang tidak terjadi setiap hari dan cenderung bersifat musiman. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh disepelekan karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

‎“Bahu jalan itu bukan untuk penjual, tapi untuk pejalan kaki dan kondisi darurat kendaraan. Kalau digunakan untuk berjualan, akses kendaraan menjadi terbatas dan risiko kecelakaan bisa terjadi,” tegasnya.

‎Satpol PP, lanjut Arief, tetap akan melakukan upaya penertiban secara persuasif dengan mengimbauan kepada masyarakat agar tidak berjualan di bahu jalan.

‎Selain itu, patroli rutin juga terus dilakukan di sejumlah titik yang kerap digunakan pedagang.

‎“Kami punya jadwal patroli rutin. Beberapa lokasi memang sering digunakan pedagang, dan itu terus kami pantau,” katanya.

‎Namun, Arief mengakui bahwa pengawasan pada malam hari masih memiliki keterbatasan. Meski demikian, pihaknya terus berupaya mencari solusi dengan mengarahkan pedagang ke lokasi yang lebih aman, dan tempat-tempat yang memungkinkan tanpa mengganggu lalu lintas.

‎Menurutnya, pendekatan yang dilakukan Satpol PP tidak hanya bersifat penegakan aturan, tetapi juga edukasi kepada masyarakat.

‎“Kami mencoba mengedukasi tanpa mengesampingkan sisi ekonomi. Tapi keselamatan itu juga penting, karena ini menyangkut kepentingan orang banyak, bukan hanya pribadi pedagang,” tutup Arief. (ana/lim)

Editor : Azward Halim