Imbauan tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial Diskominfo menyusul adanya laporan nomor telepon tertentu yang menghubungi warga dengan mencatut nama bupati untuk kepentingan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Diskominfo menegaskan, nomor tersebut bukan nomor resmi dan merupakan penipuan.
“Masyarakat diminta untuk tidak menghiraukan, tidak merespons, serta tidak menindaklanjuti panggilan maupun pesan dari nomor tersebut,” tegas Diskominfo dalam unggahan yang turut disertai tangkapan layar percakapan pelaku dengan korban, Rabu (28/1).
Warga juga diimbau tidak memberikan data pribadi, informasi penting, maupun melakukan transfer uang kepada pihak yang mengaku sebagai pejabat daerah tanpa konfirmasi resmi.
Diskominfo meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan indikasi penipuan serupa, guna mencegah jatuhnya korban lain. Dengan imbauan ini, masyarakat diharapkan lebih waspada dan cermat terhadap informasi yang mengatasnamakan pejabat pemerintah. (ana/lim)
Editor : Azward Halim