Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bupati Tana Tidung Pimpin Doa Bersama Lintas Agama untuk Korban Bencana di Sumatera

Sopian Hadi • Rabu, 24 Desember 2025 | 17:11 WIB

DOA BERSAMA: Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali memimpin doa bersama lintas agama di Pendopo Djaparuddin Tideng Pale, Selasa (24/12).
DOA BERSAMA: Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali memimpin doa bersama lintas agama di Pendopo Djaparuddin Tideng Pale, Selasa (24/12).

TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, di Pendopo Djaparudin, Tideng Pale, Selasa (24/12).

‎Kegiatan ini dilaksanakan bersama unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, mengatakan doa bersama dipanjatkan agar masyarakat yang tertimpa musibah diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan tersebut. “Hari ini kita bersama-sama Forkopimda, lintas agama, dan organisasi kemasyarakatan melaksanakan doa bersama, kita panjatkan kepada Allah SWT agar saudara-saudara kita di Sumatera diberikan ketabahan, diberikan kesabaran dalam menerima musibah ini, serta semoga Allah segera mengangkat musibah tersebut dan tidak mengembalikannya lagi,” ujar Ibrahim Ali usai doa bersama.

‎Selain doa, Bupati juga kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama menjelang akhir tahun.

‎Menurutnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak awal telah menyampaikan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, dan kondisi alam lainnya yang berpotensi menimbulkan bencana.

‎“Sejak kemarin kita sudah menyampaikan imbauan, karena BMKG menyatakan di akhir tahun ini terjadi cuaca ekstrem. Hujan kencang, intensitas tinggi, angin, dan lain-lain, sehingga kita semua harus lebih waspada,” tegasnya.

‎Ia berharap kegiatan doa bersama lintas agama ini tidak hanya menjadi simbol solidaritas, tetapi juga memperkuat rasa persatuan serta kepedulian sosial antar daerah dan antar umat beragama di tengah situasi bencana. (ana/lim)

Editor : Azward Halim