Hujan yang berlangsung sejak sekitar pukul 20.18 hingga 23.00 Wita itu juga menggenangi Jalan Padat Karya, Tideng Pale Timur.
Selain itu, pohon tumbang terjadi di dua lokasi dan sempat menutup akses jalan warga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Tidung, Didik Darmadi, menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama membuat kondisi tanah menjadi labil sehingga mudah longsor.
“Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD menerima laporan dari warga dan Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) sekitar pukul 23.45 Wita terkait tanah longsor dan pohon tumbang,” ujar Didik.
Ia menyebutkan, tiga rumah terdampak dalam kejadian tersebut. Rumah milik Samuel Limbu Sedulun nyaris tertimbun longsor, bahkan satu unit mobil yang terparkir di samping rumah ikut terdampak. Selain itu, rumah almarhum Herman di Tideng Pale serta rumah milik Rudi di kawasan yang sama juga terkena imbas longsor.
Tak hanya itu, jalan amblas dilaporkan terjadi di Jalan Perintis dan Jalan Keramat dekat pelabuhan. Sementara pohon tumbang dan longso juga ditemukan di Jalan Aki Ulot.
“Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” kata Didik.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD dan instansi terkait bersama msyarakat masih melakukan pembersihan material longsor serta penanganan di lokasi terdampak.
Sementara itu, Kasubid Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan pada Dinas PMK Tana Tidung, Ali Sadikin, mengatakan pihaknya menerima laporan tanah longsor di Limbu Sedulun sekitar pukul 22.00 Wita.
“Setelah menerima laporan, kami langsung menuju lokasi melakukan penyelamatan dan membersihkan tanah longsor yang sudah nyaris menimbun satu unit mobil di samping rumah ,” jelasnya.
Pembersihan darurat dilakukan hingga pukul 02.00 Wita dan dilanjutkan kembali oleh BPBD pada pagi hari. (ana/lim)