Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Cegah Radikalisme, FKPT Kaltara Vaksinasi Ideologi Pelajar di Tana Tidung

Fijai RT • Kamis, 18 Desember 2025 | 10:50 WIB
BERIKAN ARAHAN: Sekertaris FKPT Kaltara saat memberikan arahan kepada pelajar di Tana Tidung.
BERIKAN ARAHAN: Sekertaris FKPT Kaltara saat memberikan arahan kepada pelajar di Tana Tidung.

TANJUNG SELOR - Upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di Kalimantan Utara terus digencarkan. Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltara menggelar sosialisasi pencegahan paham radikalisme melalui program vaksinasi ideologi dengan menyasar pelajar SMA dan SMK di Tana Tidung.

Langkah ini dinilai strategis mengingat pelajar menjadi kelompok rentan yang kerap terpapar berbagai narasi ideologis di tengah derasnya arus informasi digital. Di sisi lain, ruang media sosial masih menjadi celah penyebaran paham radikal dan intoleran yang kerap menyasar generasi muda.

Ketua FKPT Kaltara, Datu Iskandar Zulkarnain mengatakan, vaksinasi ideologi bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada pelajar dan masyarakat umum mengenai bahaya radikalisme, intoleransi serta ekstremisme berbasis kekerasan.

“Vaksinasi ideologi ini kami laksanakan untuk membentengi generasi muda dari pengaruh paham radikal, sekaligus memperkuat daya tangkal ideologis berbasis nilai Pancasila, kebhinekaan dan cinta tanah air,” kata Datuk Iskandar kepada Radar Kaltara, Kamis (18/12).

Ia menegaskan, pelajar merupakan kelompok strategis yang membutuhkan perhatian serius dalam upaya pencegahan radikalisme. Hal ini seiring dengan meningkatnya paparan informasi di ruang digital yang tidak semuanya sejalan dengan nilai kebangsaan.

“Generasi muda harus dibekali pemahaman yang benar agar tidak mudah terpengaruh narasi yang menyesatkan, baik di lingkungan sosial maupun di media digital,” tegasnya.

Menurut Datuk Iskandar, vaksinasi ideologi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diarahkan pada upaya penanaman nilai-nilai dasar kebangsaan secara berkelanjutan. FKPT Kaltara menekankan pentingnya pemahaman terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Internalisasi nilai kebangsaan ini menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketahanan ideologi masyarakat, khususnya generasi muda,” katanya.

Lebih jauh, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong peran aktif pelajar sebagai agen perdamaian di lingkungan masing-masing. Peran tersebut dinilai penting untuk menjaga harmoni sosial, terutama di tengah meningkatnya polarisasi dan potensi konflik berbasis perbedaan.

“Kami ingin pelajar tidak hanya memahami bahaya radikalisme, tetapi juga berani mengambil peran aktif menjaga persatuan dan kerukunan di daerahnya,” ujarnya.

Melalui pendekatan edukatif dan dialogis, FKPT Kaltara berharap sosialisasi ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan semata, tetapi mampu membentuk sikap kritis, toleran, dan inklusif di kalangan pelajar. Penanaman cinta tanah air dan semangat kebangsaan sejak dini dinilai menjadi kunci dalam membangun ketahanan ideologi jangka panjang.

“Ketahanan ideologi harus dibangun sejak dini. Dari pelajar inilah masa depan Kalimantan Utara dan Indonesia ditentukan,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim