Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Realisasi Target Parkir di Tana Tidung Belum Maksimal

Sopian Hadi • Kamis, 18 Desember 2025 | 10:45 WIB
‎BELUM MAKSIMAL: Pemungutan retribusi parkir di Pasar Imbayud Taka Tideng Pale masih manual sehingga masih banyak kebocoran untuk PAD.
‎BELUM MAKSIMAL: Pemungutan retribusi parkir di Pasar Imbayud Taka Tideng Pale masih manual sehingga masih banyak kebocoran untuk PAD.

TIDENG PALE - Penerimaan retribusi parkir di Kabupaten Tana Tidung hingga Oktober  2025 tercatat telah melampaui target tahunan yang ditetapkan. ‎Meski demikian, keterbatasan jumlah personel di lapangan masih menjadi tantangan utama dalam optimalisasi pemungutan retribusi.

Kepala Seksi Angkutan pasa Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung, M. Hidayat, mengatakan bahwa realisasi penerimaan retribusi parkir tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

‎“Tahun lalu realisasi sekitar Rp250 juta. Tahun ini sudah mencapai lebih dari Rp400 juta di bulan Oktober, bahkan mendekati Rp488 juta, sementara target hanya di kisaran Rp250 juta sampai Rp260 juta,"ungkapnya.

‎Ia menjelaskan, capaian tersebut tidak hanya berasal dari satu lokasi parkir di Pasar Imbayud Taka, tapi juga pas masuk di Pelabuhan Sebawang dan tambat kapal.

‎" Sumber retribusi ini hanya dua, parkir pasar Imbayud Taka, Pelabuhan Keramat dan Pelabuhan Sebawang," bebernya.

Secara persentase, realisasi penerimaan telah melampaui 100 persen dari target yang ditetapkan.
‎Namun demikian, Hidayat mengakui masih terdapat potensi kebocoran retribusi akibat keterbatasan petugas parkir, terutama saat berlangsungnya kegiatan atau event tertentu yang meningkatkan volume kendaraan.

‎“Keterbatasan personel membuat pengawasan belum maksimal, sehingga masih ada potensi yang terlepas, karena fokus di kegiatan," ujarnya.

‎Sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut, Dishub Tana Tidung tengah menyiapkan skema pengelolaan parkir ke depan, termasuk rencana kerja sama dengan pihak ketiga yang saat ini masih menunggu perbupnya

Selain itu,Dishub juga akan memasang portal elektronik di Pasar Imbayud Taka bahkan juga di pelabuhan Keramat jika anggaran memungkinkan.

“Dengan sistem, meskipun hanya satu petugas, retribusi tetap bisa dipungut maksimal.Selama ini di pasar Imbayud Taka ada dua petugas,jika hanya satu masih terjadi kebocoran,"  jelasnya.
‎Ia merincikan khusus parkir hingga bulan Oktober sekitar Rp Rp153 juta sementara untuk kepelabuhanan Rp 333 juta.

‎" Angka ini dipastikan akan bertambah, karena untuk bulan November dan Desember belum masuk rekapan,"tutupnya.

‎Sementara itu, untuk target penerimaan retribusi parkir tahun 2026, Dishub Tana Tidung menyebutkan masih dalam tahap penyusunan. Namun dengan tren peningkatan yang ada, pihaknya optimistis pendapatan dari sektor parkir dapat terus meningkat ke depannya. (ana/ana)

Editor : Azward Halim