TANA TIDUNG — Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Tidung memastikan seluruh moda transportasi masyarakat berada dalam kondisi tertib dan siap melayani peningkatan mobilitas warga.
Kepala Dinas Perhubungan Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, mengatakan bahwa pihaknya bersama Polres terus memantau kelancaran aktivitas transportasi, baik darat maupun laut.
“Tempat-tempat transportasi masyarakat kami pastikan kondisinya baik dan tertib, tidak ada kendala,” ujarnya.
Untuk angkutan darat, Arief menjelaskan bahwa layanan Damri masih beroperasi normal dengan pola perjalanan sekali sehari ke Tanjung Selor dan dua kali sehari ke Malinau.
Namun pada moda speedboat, terdapat kendala karena dua trayek reguler tidak aktif.
“Kami sudah sampaikan ke provinsi agar ada upaya backup dari speedboat non-reguler. Skemanya seperti apa saya belum tahu, tapi untuk menjaga layanan menjelang Nataru, kami siapkan opsi cadangan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa meski speedboat non-reguler seharusnya tidak beroperasi secara legal, pihaknya tetap memastikan manifest penumpang dan asuransinya terpenuhi untuk menjamin keselamatan warga.
Sementara itu, untuk layanan kapal feri, Dishub mengantisipasi potensi lonjakan penumpang seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Karena itu, Dishub telah mengirim surat resmi kepada PT ASDP Balikpapan untuk meminta penambahan trip feri pada H-10 Natal hingga 10 hari pasca-Natal.
“Harapan kami adanya tambahan trip setiap hari agar kebutuhan masyarakat bisa terlayani lebih baik. Tahun-tahun sebelumnya sempat terjadi penumpukan, dan itu yang ingin kita antisipasi,” kata Arief.
Hingga kini, Dishub masih menunggu jawaban resmi dari ASDP. “Kami berharap permintaan ini bisa direalisasikan,” tambahnya.
Sebelumnya, kata Arief, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung menggelar rapat koordinasi awal bersama Forkopimda untuk memastikan seluruh sektor pelayanan publik, keamanan, dan transportasi berada dalam kondisi siap.
Rakor ini dipimpin langsung Bupati Tana Tidung belum lama ini.
Arief, mengatakan bahwa rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri yang meminta daerah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi masa libur panjang.
“Dari Kemendagri sangat intens memberikan arahan. Maka kemarin kami melaksanakan rapat awal bersama Pak Bupati dan Forkopimda untuk memetakan kesiapan sektor masing-masing,” jelas Arief.
Dalam rapat tersebut, Dishub bersama Polres, BPBD, Dinas Pertanian, dan OPD terkait menyampaikan laporan kesiapan. Khusus Dishub dan Polres, fokus utama adalah penyiapan tujuh pos pelayanan terpadu Nataru.
Pos-pos tersebut direncanakan berlokasi di depan Ruang Terbuka Hijau (RTH), Pelabuhan Karamat, Pelabuhan Sebawang, Pelabuhan Sesayap Ilir, simpang AJP, pelabuhan lama Tideng Pale dan Tana Lia
Pos pelayanan ini akan difungsikan untuk pengawasan arus keluar-masuk wilayah, kelancaran transportasi, pelayanan masyarakat, hingga penanganan darurat.(ana/ana)
Editor : Azwar Halim