TANA TIDUNG — Perusahaan konstruksi asal Tiongkok, China State Contruction tertarik membangun pelabuhan Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir.
Ketertarikan itu ditunjukkan dengan adanya rencananya pihak perusahaan ingin bertemu langsung dengan Bupati Tana Tidung yang difasilitasi Pemprov Kaltara.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Tidung (KTT), M. Arief Prasetiawan, mengatakan Pemprov Kaltara telah bersurat ke Bupati terkait rencana pertemuan kedua belah pihak.
Pemeriksaan terkait kondisi sarpras, atau uji ulang struktur dermaga, hingga perhitungan kebutuhan operasional.
“ Kami berharap dengan upaya yang dilakukan pelabuhan Bebatu bisa difungsikan sesegera mungkin. Apakah menggunakan skema minimalis atau melalui skema investor, semoga semua berjalan lancar," harap Arief.
Arief menjelaskan, ketertarikan CSC tak lepas dari kebutuhan logistik proyek kawasan energi yang sedang dibangun PT KHE, PLTA di Malinau, yang selama ini terkendala akses.
Baca Juga: Charly Van Houten Goyang Tana Tidung di Penutupan Festival Tari Kreasi Daerah 2025, Berikut Daftar Juara Lengkapnya
Pelabuhan Bebatu dinilai dapat menjadi solusi untuk memperlancar arus logistik yang selama ini melalui jalur terbatas dan tidak maksimal.Tidak hanya untuk Malinau tapi juga kabupaten sekitar.
“Perusahaan China ini berkaitan dengan PT KHE PLTA di Malinau. Mereka melihat Pelabuhan Bebatu bisa memfasilitasi arus logistik yang selama ini terbatas. Semoga ini menjadi solusi,” tutup Arief.
Di beberapa kesempatan Bupati Ibrahim Ali menginginkan pelabuhan Bebatu segera beroperasi. Karena keberadaan pelabuhan Bebatu dapat mengurangi harga kemahalan kebutuhan pokok dan material bangunan.
Baca Juga: Tana Tidung Sukses Jadi Tuan Rumah, Festival Tari Kreasi Daerah se-Kaltara 2025 Berakhir Meriah
"Kita berharap pelabuhan Bebatu sesegara mungkin bisa beroperasi sebagai upaya meningkatkan ekonomi Tana Tidung," ujarnya.(ana)