TANA TIDUNG – PT Borneo Agro Sakti (BAS) bersama Dinas Pertanian Pemkab Tana Tidung merampungkan rangkaian sosialisasi perusahaan di Desa Periuk, menjadi desa terakhir setelah sebelumnya dilaksanakan di Mendupo, Kujau, dan Bebakung di Kecamatan Betayau.
Manajer PT BAS, Warisman, menyampaikan bahwa antusias masyarakat di seluruh desa sangat tinggi, terutama terkait peluang tenaga kerja saat perusahaan mulai beroperasi.
Warisman menyebut, masyarakat berharap agar tenaga kerja yang direkrut sepenuhnya memprioritaskan warga lokal, bukan dari luar daerah.
PT IHL dijadwalkan melakukan pemanenan kayu pada 2026 sebagai kewajiban pembayaran pajak kepada negara. Setelah proses tersebut selesai, PT BAS baru dapat masuk untuk melakukan pembersihan lahan dan mulai menanam kelapa sawit.
Warisman mengatakan bahwa perusahaan sudah memulai tahap awal berupa pembibitan, yang seluruh proses dasarnya melibatkan tenaga lokal.
Hanya posisi tertentu yang membutuhkan keahlian teknis, seperti pengaturan pupuk dan teknik penanaman, yang mungkin sementara menggunakan tenaga ahli dari luar.
Namun kesempatan bagi warga lokal tetap terbuka lebar, terutama bagi yang mau belajar dan meningkatkan kemampuan.
Ia menegaskan bahwa PT BAS akan melakukan perekrutan secara bertahap melalui surat resmi ke tiap kepala desa.
Setiap desa akan diberikan kuota sesuai kebutuhan, misalnya empat orang untuk Desa Periuk atau lima orang untuk desa lainnya. Jika suatu desa tidak mampu memenuhi kuota, barulah dibuka kesempatan bagi desa lain.
Baca Juga: Tas Berbahan Daun Pandan Tana Tidung Laris Manis di Pameran Benuanta Fest 2025
Warisman optimistis operasional PT BAS dapat dimulai pada 2026, seiring rampungnya panen HTI oleh PT IHL. Dengan luas lahan mencapai 3.526 hektare, perusahaan menargetkan pembangunan kebun sawit secara bertahap dan berkelanjutan.
“Kami optimis 2026 sudah mulai kerja sesuai rencana,” tutupnya.
Tamoak hadir dalam kegiatan yang digelar di BPU Desa Periuk ini, Kepala Dinas Pertanian,Pangan dan Perikanan Rudi, A.Pi, camat Betayau, Kades, tokoh masyarakat, tokoh adat dan lainnya.(ana)