TANA TIDUNG – Produk tas anyaman berbahan daun pandan khas Kabupaten Tana Tidung menarik perhatian pengunjung pada gelaran Benuanta Fest 2025.
Tas yang diproduksi oleh pengrajin lokal Kecamatan Sesayap Hilir ini menjadi salah satu barang kerajinan yang paling diminati selama pameran berlangsung.
Kabid Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Tana Tidung, Bernatia Suinna Melati mengatakan, produk tas pandan tersebut mulai dikenal luas karena memiliki ciri khas daerah serta kualitas pengerjaan yang rapi.
Baca Juga: Tim Gabungan Amankan 10 Truk Sawit ke Mapolres Tana Tidung, Sopir Terancam Ditilang
“Selama ini orang hanya mengenal rotan dari KTT. Padahal, kita juga punya banyak pengrajin pandan. Memang selama ini pandan hanya digunakan untuk tikar, namun kami ingin menunjukkan bahwa pandan juga dapat diolah menjadi tas yang bernilai jual tinggi,” ucap Bernatia, ditemui di lokasi pameran, Selasa (11/11/2025).
Produk tas berbahan pandan yang dipamerkan memiliki variasi harga mulai dari Rp300.000 hingga Rp1.000.000. Untuk tas dengan harga tertinggi, biasanya dikombinasikan dengan aksen kulit asli sehingga menghasilkan tampilan yang lebih eksklusif.
“Yang Rp300 ribu itu biasanya kulit sintesis saja. Kalau yang sampai satu juta itu kombinasi pandan dengan kulit asli, jadi tampilannya lebih premium,” jelasnya.
Baca Juga: Festival Tari Kreasi Daerah 2025, Disperindagkop Tana Tidung Siapkan 50 Tenda untuk UMKM
Para pengrajin yang berpartisipasi berasal dari sejumlah wilayah di Tana Tidung, antara lain Sesayap Hilir untuk produk pandan, serta Seludau, Bebakung, dan Maning untuk produk rotan.
Ada juga produk tas kulit kayu dari Safari. Sementara produk aksesoris seperti kalung, manik-manik, dan kain olahan juga turut dipamerkan.
Sejak hari pertama pembukaan, pameran UMKM yang difasilitasi Disperindagkop melalui Dekranasda ini mencatat peningkatan penjualan cukup signifikan. Hal tersebut tidak lepas dari ramainya pengunjung yang datang terutama pada malam hari.
Baca Juga: Benuanta Fest 2025 Kaltara, Tana Tidung Bawa Pulang Piala Bergilir Aksi Percepatan Penurunan Stunting
“Tadi malam penjualan cukup bagus, pengunjung juga banyak. Semoga sampai penutupan penjualan terus meningkat,” ujar Bernatia.
Penjualan di malam pertama Rp 1,9 juta
Ia berharap keikutsertaan UMKM pada ajang seperti Benuanta Fest dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, sehingga produk lokal Tana Tidung semakin dikenal dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.(ana)