TANA TIDUNG — UPTD Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kaltara wilayah Tana Tidung bersama Satlantas Polres, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan BPKAD menggelar kegiatan penertiban pajak kendaraan bermotor pada triwulan terakhir tahun 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan per satu triwulan, dan kali ini dilakukan di dua lokasi berbeda, yaitu di Kecamatan Sesayap Hilir pada pagi hari dan di Lapangan RTH Tideng Pale, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap pada sore hari, Jumat (7/11/2025).
Petugas memberhentikan setiap kendaraan yang melintas untuk dilakukan pengecekan status pajak tahunan.
"Kau jumlah pastinya, belum direkap," ujarnya.
Natalia menambahkan, meski Samsat Tana Tidung masih berstatus payment point yang hanya melayani pembayaran pajak tahunan, pihaknya tetap dapat membantu wajib pajak yang memiliki kendala pajak lima tahunan.
Kegiatan ini juga sekaligus sosialisasi pemutihan untuk bea balik nama kendaraan yang saat ini sedang berjalan.
"Tentu, kita sarankan yang pelat luar dimutasi ke Kaltara atau KT," ujarnya
Sementara itu, IPTU Larwanda, Kasatlantas Polres Tana Tidung menuturkan bahwa selain memeriksa pajak kendaraan, petugas juga menertibkan pelanggaran lalu lintas seperti tidak menggunakan helm, tidak memasang pelat nomor kendaraan, serta dokumen kendaraan yang tidak lengkap.
“Hal-hal ini terlihat sederhana, tetapi sangat berpengaruh terhadap keselamatan. Kami mengingatkan masyarakat agar tertib, karena keselamatan dalam berkendara itu yang utama,” ujarnya.
Baca Juga: Sering Terima Laporan, Satpol PP Tana Tidung Sosialisasi Penindakan Hewan Ternak yang Berkeliaran di Pemukiman
Menurutnya, hasil dari pajak kendaraan bermotor akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan daerah. Karena itu, kepatuhan membayar pajak merupakan bentuk kontribusi langsung untuk percepatan pembangunan.
“Harapannya sama seperti tujuan Samsat, yaitu agar kesadaran masyarakat meningkat. PAD itu kembali untuk masyarakat. Kalau taat pajak, pembangunan daerah juga berjalan lebih cepat,” katanya.
Penertiban akan terus dilakukan secara berkala di titik-titik dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.(ana)