TANA TIDUNG – Industri sarang burung walet (SBW) di Kabupaten Tana Tidung, yang memiliki sekitar 1.545 unit rumah walet, saat ini menghadapi tantangan serius akibat penurunan harga global.
Rudi A.P.i, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Tana Tidung, mengungkapkan bahwa produksi SBW memang sulit dimonitor karena sifat tertutup dari para pemilik rumah walet, namun data menunjukkan adanya pergeseran investasi dari sektor ini.
"Sepertinya jumlah unit masih segitu, cuma kan kendalanya sekarang ada penurunan harga ya. Memang dari perdagangan globalnya ada penurunan," ujar Rudi kepada media kala ditemui di ruang kerjanya,, Jumat (7/11/2025).
Harapannya, dengan fokus pada hilirisasi, industri sarang burung walet di Tana Tidung tidak hanya dapat mengatasi krisis harga saat ini, tetapi juga berkembang menjadi sektor yang lebih stabil dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.(ana)
Editor : Azwar Halim