TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus menunjukkan komitmennya dalam membangun fasilitas publik yang modern dan representatif.
Salah satu proyek strategis yang kini tengah dipersiapkan adalah pembangunan Auditorium Pendidikan, yang digadang-gadang menjadi ikon baru di kawasan pusat pemerintahan daerah termuda di Kalimantan Utara ini.
Menurut Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tana Tidung, Arman Jauhari, pembangunan auditorium tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan fasilitas umum berskala besar yang selama ini belum dimiliki daerah.
Baca Juga: PT BAS Akan Buka Kebun Sawit 3.526 Hektare di Betayau, Warisman: 70 Persen Tenaga Kerja Lokal Tana Tidung
“Selama ini, kita belum punya gedung representatif untuk kegiatan besar seperti seminar, konferensi, hingga pertunjukan seni dan budaya. Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya, Tana Tidung perlu fasilitas yang mampu menampung kegiatan besar berskala daerah hingga nasional,” jelas Arman.
Auditorium Pendidikan ini juga dirancang sebagai bagian dari kawasan inti pusat pemerintahan Tana Tidung yang sedang dikembangkan.
Keberadaannya diharapkan menjadi sarana pendukung utama berbagai kegiatan pemerintahan sekaligus ruang publik multifungsi bagi masyarakat.
Baca Juga: Jadi Sumber PAD, Layanan Lumpur Tinja Diterapkan di 25 Desa
Auditorium dua lantai ini akan dilengkapi dengan Ballroom utama berkapasitas 1.300 orang, serta berbagai fasilitas pendukung seperti ruang penerima tamu, ruang transit VVIP, selasar, toilet, dan area parkir luas.
Pembangunan ditargetkan rampung pada Tahun Anggaran 2026, dan segera dapat dimanfaatkan baik untuk kegiatan pemerintahan maupun masyarakat umum.
Rencana pemanfaatan auditorium dibagi menjadi dua segmen utama. Pertama, pemanfaatan internal, yakni untuk keperluan Pemerintah Daerah seperti seminar, pelatihan, workshop, dan rapat besar.
Baca Juga: TMMD Ke-126 Tana Tidung Sasar Desa Limbu Sedulun
Kedua, pemanfaatan eksternal dan komersial, di mana auditorium dapat digunakan untuk kegiatan masyarakat seperti konser musik, pertunjukan seni dan budaya, seminar swasta, hingga pesta dan gathering.
Selain mendukung kegiatan sosial dan budaya, pemanfaatan komersial ini juga diharapkan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi Kabupaten Tana Tidung.
Arman Jauhari berharap kehadiran auditorium ini nantinya dapat mengakomodasi seluruh kegiatan masyarakat dan pemerintah, baik formal maupun informal.
Baca Juga: Pemkab Tana Tidung Bahas Peningkatan Tata Kelola Keuangan Daerah
“Kami berharap auditorium ini bisa menjadi simbol kemajuan dan pusat interaksi masyarakat Tana Tidung. Selain memperkuat daya saing daerah, juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ungkapnya.
Dengan konsep modern, fungsi serbaguna, dan kapasitas besar, Auditorium Pendidikan Tana Tidung diharapkan tak hanya menjadi bangunan fisik semata, tetapi juga wujud nyata semangat kemajuan dan kolaborasi masyarakat Bumi Upun Taka.
Program pembangunannya sudah ditinjau langsung Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali. Pada kesempatan tersebut Ibrahim Ali menyebutkan, auditorium diberi nama H. Undunsyah, bupati Tana Tidung definitif pertama. (ana)