TANA TIDUNG – PT Borneo Agro Sawit (BAS) terus melangkah maju dalam proses persiapan operasional kebun sawitnya di Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung.
Setelah mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah, perusahaan kini gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah konsesi yang mencakup empat desa: Mendupo, Kujau, Priuk, dan Bebakung.
Manajer PT BAS, Warisman, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi di Desa Mendupo berlangsung lancar dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat serta para tokoh setempat.
Baca Juga: Jadi Sumber PAD, Layanan Lumpur Tinja Diterapkan di 25 Desa
“Masyarakat sangat mendukung kegiatan PT BAS. Mereka berharap perusahaan bisa membawa manfaat, terutama dalam membuka lapangan kerja bagi warga lokal,” ujarnya,
Sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Tana Tidung Rudi , Camat Betayau, Kepala Desa Mendupo, Ketua Adat, serta tokoh masyarakat dan ibu-ibu desa.
Dalam pertemuan itu, berbagai masukan juga disampaikan warga agar pelaksanaan operasional perusahaan berjalan sesuai aturan dan menghormati nilai-nilai sosial setempat.
Baca Juga: TMMD Ke-126 Tana Tidung Sasar Desa Limbu Sedulun
Warisman menegaskan, PT BAS berkomitmen mengutamakan tenaga kerja lokal hingga 70 persen, sesuai dengan ketentuan undang undang perlindungan tenaga kerja daerah.
“Kami ingin masyarakat sekitar ikut tumbuh bersama perusahaan,” katanya.
Menurutnya, luas lahan konsesi PT BAS mencapai 3.526 hektare, dan tahap awal yang akan dilakukan adalah pembibitan (nursery).
Baca Juga: Diduga Portal Jalan Seputuk–Kapuak Tana Tidung Sengaja Dirusak, Camat: Perbaikan Jalan Libatkan Perusahaan
Setelah proses sosialisasi di seluruh desa rampung, kegiatan akan dilanjutkan ke tahap land clearing atau pembukaan lahan.
“Target kami, awal tahun depan sudah mulai operasional nursery agar warga bisa segera mendapatkan pekerjaan,” tambahnya.
Selain itu, perusahaan juga akan melakukan identifikasi lapangan bersama tokoh masyarakat untuk memastikan area kebun warga dan situs-situs penting seperti pemakaman tidak terdampak kegiatan perusahaan.
Baca Juga: Pemkab Tana Tidung Bahas Peningkatan Tata Kelola Keuangan Daerah
Terkait beredarnya informasi hoaks di media sosial mengenai kegiatan sosialisasi, Warisman menegaskan bahwa berita itu tidak sesuai dengan fakta. “Kegiatan kemarin murni sosialisasi izin operasional.
Semua dilakukan sesuai prosedur dan disaksikan langsung oleh pemerintah desa serta masyarakat,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, PT BAS akan melanjutkan sosialisasi ke Desa Kujau pada akhir bulan ini, disusul Desa Prium dan Bebakung.
Baca Juga: Portal Jalan Seputuk-Kapuak Kembali Dipasang, Kendaraan Berat Dibatasi Maksimal 6 Ton
“Kami berharap seluruh proses berjalan baik dan transparan. Prinsip kami, perusahaan tumbuh, masyarakat pun sejahtera,” tutup Warisman.(ana)