TANA TIDUNG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tana Tidung terus menggencarkan program jemput bola untuk mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Program ini dilakukan dengan cara turun langsung ke sekolah-sekolah, desa, hingga kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di berbagai kecamatan. Dua hari lalu dilakukan di Kecamatan Tana Lia.
Kepala Disdukcapil Tana Tidung, Rahmawani, menjelaskan bahwa pelayanan jemput bola tidak hanya fokus pada perekaman KTP elektronik, tetapi juga mencakup pencatatan akta kelahiran, kematian, pindah-datang, hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
“Pelayanan ini kami lakukan terintegrasi. Jadi masyarakat bisa langsung mengurus semua kebutuhan administrasi kependudukannya sekaligus. Dengan begitu, cakupan pelayanan semakin luas dan masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor Disdukcapil,” ungkap Rahmawani kala ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, aksesibilitas menjadi alasan utama program ini terus digencarkan. Sejumlah desa di Tana Tidung masih memiliki keterbatasan dalam menjangkau layanan, sehingga jemput bola menjadi solusi tepat.
“Kalau hanya mengandalkan masyarakat datang sendiri ke kantor, banyak yang terkendala jarak. Dengan jemput bola, kami justru membuka akses seluas-luasnya agar mereka bisa terlayani dengan baik,” tambahnya.
Sejauh ini, pelayanan jemput bola telah dilaksanakan di beberapa kecamatan seperti Betayau, Muruk Rian, hingga Tana Lia. Bahkan, Disdukcapil juga menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi untuk memperluas cakupan layanan, termasuk perekaman data di sekolah.
Rahmawani menegaskan, pihaknya memiliki target nasional yang harus dikejar setiap tahun, terutama untuk perekaman KTP bagi penduduk usia 16 tahun ke atas.
Saat ini, capaian perekaman di Tana Tidung sudah menyentuh angka 97 persen pada semester pertama tahun ini.
“Target kementerian untuk perekaman KTP itu 99 persen. Kami optimistis bisa mencapainya karena tim terus bergerak hingga akhir tahun. Memang dinamis, karena setiap tahun ada penduduk baru yang masuk usia wajib KTP,” jelasnya.
Selain KTP elektronik, pencatatan akta kelahiran anak juga menjadi perhatian utama. Dukcapil menargetkan cakupan 100 persen agar semua anak memiliki identitas resmi sejak dini.
Dari sisi pelayanan digital, aktivasi IKD juga terus digenjot. Meski secara nasional target awal 30 persen belum tercapai, Tana Tidung disebut berada di posisi tertinggi di Kaltara dengan capaian lebih dari 11 persen.
“Provinsi terus mendorong kami untuk meningkatkan angka aktivasi IKD. Dukungan dari provinsi sangat penting karena target provinsi itu akumulasi dari lima kabupaten/kota se-Kaltara,” ucap Rahmawani.
Melalui inovasi jemput bola ini, Disdukcapil berharap masyarakat Tana Tidung bisa semakin mudah mendapatkan layanan administrasi kependudukan.
Selain mempercepat capaian target nasional, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan berkualitas.(ana)
Editor : Azwar Halim