TANA TIDUNG – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Bapenda Kaltara Wilayah Tana Tidung tengah melakukan berbagai persiapan dalam rangka pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggara pelayanan publik yang akan dilakukan oleh Kementerian PAN-RB.
Kepala UPTD Bapenda Kaltara Wilayah Tana Tidung, Dwi Pramono, menjelaskan bahwa pihaknya kini sedang berbenah, baik dari sisi sarana prasarana, sumber daya manusia, hingga kebijakan layanan.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan saja kita bisa memberikan yang terbaik untuk pemerintah. Salah satunya, kita berharap bisa menjadi contoh bagi institusi lain dalam memberikan pelayanan publik yang maksimal kepada masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga: Dari Es Jeli ke Motor Honda Beat: Jumat Berkah Wawan di Jalan Santai Harhubnas
Menurut Dwi, penilaian tersebut mengacu pada enam kriteria utama sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yaitu:
1. Kebijakan pelayanan publik yang disusun dan dijalankan.
2. Profesionalisme sumber daya manusia dalam memberikan layanan.
3. Pemenuhan sarana dan prasarana, termasuk fasilitas ramah disabilitas, ruang laktasi, toilet, parkir, dan ruang tunggu.
4. Layanan konsultasi dan pengaduan yang wajib tersedia serta responsif.
5. Sistem informasi pelayanan publik, baik melalui media konvensional maupun online.
6. Inovasi pelayanan publik, seperti inovasi Bersiwak yang telah dijalankan UPTD Bapenda Kaltara sejak dua tahun terakhir.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan berbagai instrumen pendukung, mulai dari dokumen kebijakan, data pendukung, hingga evidence berupa foto dan laporan.
“Kalau memang semua kriteria terpenuhi dan hasilnya bagus, biasanya akan ada tindak lanjut berupa recheck atau verifikasi lapangan dari tim Kementerian PAN-RB,” jelasnya.
Baca Juga: Harhubnas, Jalan Santai hingga Luncurkan Maskot dan Slogan Dishub Tana Tidung
Dwi juga menyampaikan bahwa proses evaluasi tidak hanya menyasar UPTD Bapenda Kaltara, tetapi juga sejumlah OPD lain, seperti Dinas Tenaga Kerja dan PTSP.
“Namun, tidak semua akan dikunjungi langsung. Bisa jadi salah satunya kita yang dipilih untuk didalami,” tambahnya.
Dengan keterbatasan yang ada, Dwi menegaskan pihaknya tetap berkomitmen melakukan transformasi pelayanan publik.
Baca Juga: Razia Gabungan di Tana Tidung, Puluhan Kendaraan Terjaring Nunggak Pajak
“Kita ingin memenuhi seluruh aspek, mulai dari kode etik, budaya pelayanan, hingga peningkatan kualitas SDM. Semoga UPTD Bapenda Kaltara Tana Tidung bisa menjadi salah satu yang terbaik dalam evaluasi ini,” tutupnya.(ana)