TIDENG PALE – Tiga lokasi lahan yang diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung untuk pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Badan Gizi Nasional (BGN) dinyatakan belum memenuhi syarat administrasi, sehingga pembangunan belum bisa direalisasikan.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tana Tidung, Irdiansyah, menjelaskan bahwa sesuai Surat Keputusan Bersama Kepala BGN, Kementerian PUPR, dan Kementerian Dalam Negeri, hanya Kabupaten Bulungan dan Malinau di wilayah Kaltara yang disetujui untuk pembangunan dapur MBG tahun ini.
“Ada tiga lokasi lahan yang kami usulkan, di Tana Lia, Sesayap Hilir, dan Tideng Pale,” ungkap Irdiansyah kepada Radar Tarakan, Rabu (24/9/2025).
Baca Juga: Harga Gas LPG 3 Kg di Tana Lia Tembus Rp100 Ribu, Disperindagkop Tana Tidung: Itu Bukan Distribusi Resmi
Tim pusat yang melakukan peninjauan lapangan beberapa pekan lalu menilai lahan tersebut belum memenuhi ketentuan.
Tana Lia dan Sesayap Hilir: belum memiliki sertifikat lahan.Tideng Pale: kondisi tanah memiliki kemiringan lebih dari 30 persen, sehingga memerlukan anggaran tambahan untuk perataan.
“Pusat tidak mau itu, mereka maunya tanah datar, keras, dan dekat dengan akses pengantaran,” jelasnya.
Baca Juga: NJOP Tidak Pernah Naik, Genjot PBB-P2 di Tana Tidung dengan Undian Berhadiah
Dengan hasil tersebut, dipastikan tahun ini tidak ada pembangunan dapur MBG di Tana Tidung.
“Kita penuhi dulu syaratnya. Insyaallah tahun 2026 kita ajukan lagi. Bukan berarti KTT tidak prioritas, tapi memang syaratnya belum terpenuhi,” tambahnya.
Selain Pemkab, Kodim dan Polres juga telah menyiapkan lahan, namun masih terkendala ketersediaan mitra pengelola.
Baca Juga: Dua Kali Suara 'Buk', Begini Cerita Motoris Malinau Express 6 yang Kecelakaan di Sungai Sesayap
Irdiansyah menegaskan, anggaran pembangunan dapur MBG sebenarnya sudah disiapkan oleh pemerintah. Tinggal kesiapan lahan yang menjadi kunci utama.
“Jadi tidak ada lagi istilah prioritas atau tidak. Yang penting lahan siap, langsung dibangun. Di KTT selain masalah sertifikat, juga belum ada mitra yang siap mengelola dapur MBG,” pungkasnya.(ana)