TANA TIDUNG – Memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah/2025 Masehi, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan pengurus masjid kembali menggelar tasmiah massal, di Masjid Agung At Taqwa Tidenga Pale, Kamis (11/9).
Tasmiah merupakan sebuah tradisi khas masyarakat Tidung yang sarat nilai keagamaan dan kebudayaan.
Momen pemberian nama dan pemotongan rambut bayi yang menjadi warisan leluhur masyarakat suku Tidung.
Baca Juga: Digelar di Lima Kecamatan Tana Tidung, Gerakan Pangan Murah Sasar Keluarga Kurang Mampu
Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian adat yang tidak bertentangan dengan ajaran agama.
“Tasmiah massal ini adalah budaya kita, khususnya masyarakat suku Tidung. Tradisi ini identik dengan pemberian nama dan pemotongan rambut yang juga bernilai Islami. Saya instruksikan agar kegiatan seperti ini terus dilestarikan, karena ini bagian dari jati diri kita,” ujar Bupati Ibrahim Ali.
Ibrahim Ali mengungkapkan, sejak ia menjabat sebagai Bupati, dirinya selalu berupaya hadir dalam kegiatan ini. Meski sempat terhenti pada 2021-2022 akibat pandemi COVID-19, tasmiah massal kembali rutin dilaksanakan sejak 2023.
Baca Juga: DPUPRKP Tana Tidung Prioritaskan Pembenahan Fasilitas Parkir Pelabuhan Keramat Sebelum Pungutan Resmi Diterapkan
“. Tahun 2023 sampai sekarang, Alhamdulillah saya selalu hadir. Ini bentuk dukungan dan komitmen kami terhadap pelestarian budaya yang baik,” jelasnya.
Menurut Ibrahim Ali, kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan ini juga menjadi simbol bahwa Kabupaten Tana Tidung merupakan daerah yang beradab dan berbudaya.
“Kalau bukan kita yang melestarikan adat dan budaya kita sendiri, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya.
Baca Juga: Cerita Mengharukan: Petugas Damkar Tana Tidung yang Selalu Siap Menolong, dari Selamatkan Kucing Hingga Kunci Motor di Parit
Tahun ini, tasmiah massal diikuti oleh 46 peserta. Meski jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, Bupati tetap memberikan apresiasi.
Ia menjelaskan, penurunan ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa masjid lain yang juga menggelar kegiatan serupa, seperti Masjid Al-Jihad.
“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan baik, penuh suasana keislaman, kekeluargaan, dan kekerabatan. Walau jumlah peserta menurun, yang terpenting adalah nilai dan semangatnya tetap terjaga,” tutup Bupati Ibrahim Ali.
Baca Juga: Perangi Judol Sejak Dini, Pemkab Tana Tidung Buka Kelas Orang Tua Hebat
Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, tradisi tasmiah massal diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Tana Tidung.(ana)