TANA TIDUNG – Simpang Kampung KB rencananya akan dibangun tugu pemecah arus di simpang Kampung KB Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap.
Selain berfungsi untuk keselamatan lalu lintas, keberadaan tugu tersebut juga diharapkan bisa menjadi ikon baru di kawasan itu.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan menjelaskan, kondisi simpang tersebut selama ini cukup rawan kecelakaan karena belum ada traffic light maupun lainya.
Baca Juga: Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali Jajal Perlombaan Tradisional: 2026 Harus Lebih Terencana dan Media Publikasi Dijalankan Kembali
Akibatnya, pengendara sering kali memotong jalur secara langsung tanpa memperhatikan kendaraan lain.
“Kita tidak tahu siapa yang duluan atau siapa yang lebih laju, kadang main potong begitu. Riskan sekali terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan tugu pemecah arus akan membuat pengendara memperlambat laju kendaraan saat berbelok.
Baca Juga: Tim Survei MBG Tinjau Tiga Lokasi di Tana Tidung, Tahun Ini Dibangun Dapur Sehat
Bahkan, konsep tugu itu akan mengadopsi nuansa kearifan lokal agar bisa menjadi ikon daerah, meski dengan ukuran yang disesuaikan kondisi setempat.
“Kami sudah buat konsep, ya seperti tugu Cinta Damai di Tanjung Selor. Tidak besar, tapi ada nilai kearifan lokalnya. Siapa tahu bisa jadi ikon baru di sini,” tambahnya.
Rencana tersebut juga mendapat dukungan positif dari masyarakat maupun pemerintah desa. Mereka menyadari, simpang Kampung KB memang rawan kecelakaan sehingga perlu penataan lalu lintas.
Baca Juga: Marak Aksi Demo, Bupati Tana Tidung Ingatkan Warga: Jangan Termakan Hoaks!
"Ini masih wacana, kita susun perencanaannya dulu," ucapnya.
Untuk traffic light, kata Arief, sudah diusulkan di depan Pasar. Lampu ini tidak menyala penuh 24 jam, melainkan hanya pada jam-jam tertentu, seperti pagi dan sore, ketika arus kendaraan cukup padat.
"Padat saat jam jam masuk kantor pagi dan pulang kantor pada sore hari kita fungsikan traffic light nya," tutupnya.(ana)