TANA TIDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tana Tidung, H. Herson Syah, mewakili Bupati Ibrahim Ali, menyampaikan sambutan pada kegiatan tulak bala (tolak bala) yang dilaksanakan pada Rabu, di Masjid Agung At-Taqwa Tideng Pale yang bertepatan dengan akhir bulan Safar dalam kalender Hijriah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bermunajat dan memanjatkan doa bersama agar senantiasa dijauhkan dari marabahaya, bala, dan bencana.
“Semoga dengan doa tolak bala yang kita panjatkan, kita semua dijauhkan Allah SWT dari mara bahaya, bala, dan senantiasa berada dalam penjagaan serta perlindungan-Nya,” ucap Herson membawakan sambutan bupati.
Baca Juga: Pengibaran dan Penurunan Bendera HUT Ke-80 RI Sukses, Bupati Tana Tidung Ganjar Bonus Rp 50 Juta
Ia menegaskan, pada dasarnya semua bulan dalam kalender Hijriah adalah baik, begitu pula semua hari.
Namun, masyarakat Tana Tidung sebagai bagian dari bangsa yang berbudaya tetap perlu melestarikan tradisi yang diwariskan leluhur, salah satunya tradisi tolak bala Safar.
Menurutnya, tradisi ini memiliki banyak sebutan. Sebagian masyarakat Jawa mengenalnya sebagai Rebo Wekasan, sementara dalam tradisi Arab disebut Arba Mustakmir.
Baca Juga: Dua Kali Mediasi, Dinas Pertanian Tana Tidung Dorong Pertemuan Level Owner Selesaikan Persoalan Kebun Plasma dengan Koperasi
Sementara itu, masyarakat Tidung dan Kalimantan pada umumnya menyebutnya sebagai tolak bala di awal Rabu bulan Safar, dan tolak bala ketupat di Rabu terakhir Safar.
Merujuk pada beberapa kitab klasik, bulan Safar diyakini sebagai waktu diturunkannya banyak cobaan dan bala kepada manusia, yang bisa berupa penyakit, wabah, maupun bencana.
Karena itu, umat muslim dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar agar terhindar dari marabahaya.
Baca Juga: Enam Kopdes Merah Putih di Tana Tidung Siap Di-launching, Disperindagkop: Kades Bersedia Modali
“Esensi dari budaya adat tolak bala ini tidak lain untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Merajai alam semesta. Saya mengajak khususnya generasi muda agar dapat menjadikan kegiatan ini sebagai sarana edukasi, supaya kita semakin memahami, mencintai, dan melestarikan tradisi keagamaan serta budaya yang sarat nilai,” jelas Herson.
Ia berharap dengan doa bersama, masyarakat Tana Tidung senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan.
“Semoga diri, keluarga, masyarakat, dan daerah yang kita cintai ini selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Aamiin,” pungkasnya.
Baca Juga: Dinsos Tana Tidung Salurkan Bantuan Warga Terdampak Banjir
Acara tulak bala ini diakhiri dengan bertukaran kue, ketupat, telur ayam rebus untuk dimakan atah dibawa pulang.(ana)