TANA TIDUNG – Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar tetap kreatif dan inovatif meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 diperkirakan mengalami penurunan cukup signifikan.
Kepada media, Ibrahim menegaskan bahwa efisiensi atau pemotongan anggaran merupakan kebijakan nasional yang harus dihormati.
“Tugas kita adalah menindaklanjuti, bukan mengeluh. Walaupun postur APBD mengecil, target visi-misi saya bersama Wakil Bupati Sabri tetap harus diselesaikan,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Ibrahim Ali Pastikan SK P3K Tana Tidung Dibagikan Sebelum 1 Oktober, Bagaimana dengan Paruh Waktu?
Bupati juga menyampaikan harapan bahwa di tahun 2027 akan ada perubahan positif.
Ia mengatakan, efisiensi anggaran tidak hanya terjadi di Tana Tidung, tetapi juga di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia, seiring kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo.
Meski anggaran 2026 diperkirakan menurun, Ibrahim Ali optimistis pendapatan daerah bisa kembali terdongkrak melalui optimalisasi potensi sumber daya alam.
Baca Juga: Warisan Bulungan, Sertifikat Lahan Transmigrasi Jadi PR Disnakertrans Tana Tidung
“Kita punya perusahaan batubara besar yang menyumbang PNBP, juga sektor kelapa sawit, migas, perikanan, dan pengembangan bisnis karbon kredit,” terangnya.
Ia juga menargetkan sektor lain seperti pajak daerah, perhotelan, dan kuliner untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Saya sudah perintahkan Wakil Bupati dan Sekda untuk terus berinovasi mencari peluang. APBD kita pernah mencapai hampir Rp1,5 triliun, saya harap 2027 nanti kembali stabil di atas Rp1 triliun,” kata Ibrahim.
Baca Juga: Satpol PP Tana Tidung Respons Keluhan Warga, Pengelola SPBU Akan Dipanggil
Dengan berbagai upaya itu, pemerintah daerah berharap penurunan anggaran tahun 2026 hanya menjadi jeda sementara sebelum Tana Tidung kembali tumbuh lebih kuat di tahun-tahun berikutnya.(ana)