TANA TIDUNG – Sebanyak 39 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tana Tidung resmi memasuki masa karantina selama 15 hari di Desa Bahagia (eks asrama guru boarding school), tempat pelatihan yang disiapkan khusus sebagai asrama.
Prosesi penyambutan ditandai dengan Upacara Tatingan yang dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Administrasi dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Tana Tidung, Uus Rusmanda, di halaman SMA TU Negeri I Tana Tidung pada Jumat (1/8/2025).
Upacara ini menjadi momen sakral sebagai simbol kesiapan mental para calon Paskibraka sebelum menjalani karantina.
Dalam sambutannya, Uus menegaskan bahwa masa karantina bukan sekadar latihan fisik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan penguatan jiwa nasionalisme.
"Di sini kalian akan ditempa menjadi pemuda-pemudi tangguh yang siap mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan penuh kehormatan," ucapnya.
Sebagai tanda dimulainya karantina, Asisten II memotong pita di gerbang masuk Desa Bahagia—lokasi yang ditetapkan berdasarkan petunjuk teknis dari pemerintah pusat dan provinsi.
Uus pun berpesan, taat aturan karantina menjadi fondasi utama kedisiplinan.Kemudian, jaga kekompakan, Karena kalian mewakili kebanggaan daerah.
Manfaatkan setiap pelajaran dari pelatih, senior, hingga sesama peserta, dan yang paling penting bersungguh-sungguh, kesempatan ini tak datang dua kali.
Sementara Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Masyarakat (Poldagri-Ormas) Badan Kesbangpol Tana Tidung, Firman Rudding, menjelaskan bahwa upacara Tatingan adalah tradisi penyambutan untuk memastikan kesiapan mental para calon anggota Paskibraka sebelum memasuki asrama.
“Sebelum masuk asrama, semua ditanya kesediaannya. Jika tidak bersedia, mereka bisa mengundurkan diri. Tapi alhamdulillah, semuanya bersedia dan siap,” kata Firman.
Selama masa karantina, para peserta akan dilatih oleh tim gabungan dari TNI, Polri, serta para Purna Paskibraka. Total pelatih yang terlibat berjumlah 11 orang, termasuk asisten pelatih.
Selain latihan fisik, setiap malam peserta akan menerima pembekalan materi seperti wawasan kebangsaan, kepemimpinan, hingga pembelaan negara.
Materi disampaikan oleh para pelatih dari Kesbangpol, Purna Paskibraka, serta pembina lainnya.
“Setiap malam akan ada materi dua jam sebelum istirahat. Semua diarahkan untuk membentuk jiwa patriotisme dan kepemimpinan,” tambah Firman.
Karantina akan berlangsung efektif selama 15 hari hingga 17 Agustus. Peserta diperbolehkan menerima kunjungan keluarga, namun dengan waktu terbatas—umumnya setelah salat Magrib selama beberapa menit.
Penggunaan handphone juga dibatasi dan hanya boleh digunakan atas izin pembina.
Fasilitas pendukung seperti tenda, kamar mandi, dan kebutuhan logistik lainnya telah disiapkan dengan baik. Latihan fisik akan dimulai esok hari di lapangan yang juga sudah dalam kondisi siap.(ana)
Editor : Azwar Halim