TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung menargetkan Pelabuhan Bebatu mulai beroperasi pada tahun 2025.
Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung bersama Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kini tengah berkoordinasi untuk melakukan uji sandar kapal guna memastikan kesiapan pelabuhan secara teknis dan legalitas.
Kepala Dinas Perhubungan Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, mengatakan bahwa Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan akses darat menuju dermaga.
Sebelum pelabuhan ini resmi dioperasikan, dilakukan pengujian terhadap kemampuan dermaga menampung kapal dari berbagai ukuran.
“Kita targetkan tahun ini Pelabuhan Bebatu dioperasikan. Bupati sudah memberikan anggaran untuk sisi daratnya agar kendaraan bisa naik langsung ke dermaga.
Kami juga akan lakukan uji sandar untuk melihat kapasitas dermaga sisi air, termasuk kelayakannya karena bangunan ini sudah dibangun sejak sekitar 2014,” jelas Arief, Kamis (29/5/2025).
Uji sandar melibatkan KSOP sebagai lembaga yang berwenang menerbitkan izin sandar dan izin berlayar.
Arief menyebut, Dishub juga telah mendapatkan banyak permintaan dari pihak ekspedisi untuk menggunakan pelabuhan ini sebagai titik bongkar muat utamanya menuju Kabupaten Malinau.
“Beberapa kapal dari Surabaya dan daerah lain yang hendak ke Malinau sudah menghubungi kami. Mereka menganggap biaya operasional akan lebih murah jika bongkar muat dilakukan di Bebatu, karena lanjut lewat darat,” ujar Arief.
Baca Juga: Bupati Tana Tidung Instruksikan Seluruh Desa Rampungkan Pembentukan Koperasi Merah Putih 26 Mei 2025
Ia menjelaskan, pelaksanaan uji sandar penting untuk memastikan dermaga dapat menampung beban sesuai kapasitas GT (Gross Tonnage).
Selain itu, masih terdapat perbedaan ketinggian antara sisi darat dan dermaga, yang saat ini sedang disiapkan agar kendaraan logistik dapat bermanuver dengan mudah.
Arief berharap instansi teknis lain seperti Dinas PUPR, khususnya Bidang Bina Marga, dapat ikut serta mendukung peningkatan infrastruktur jalan menuju pelabuhan ketika pelabuhan telah dioperasikan.
“Kami harap DPU bisa memperbaiki akses jalannya, paling tidak dibuat agregat dulu jika belum bisa diaspal, agar kendaraan pengangkut material tidak mengalami kendala,” pungkasnya.
Dengan dukungan lintas sektor, Pemkab Tana Tidung optimistis Pelabuhan Bebatu akan menjadi simpul penting bagi distribusi logistik antarwilayah di utara Kalimantan.(ana)
Editor : Azwar Halim