TANA TIDUNG – Menjelang puncak arus mudik Lebaran, masyarakat Tana Tidung harus bersiap menghadapi ketidakpastian layanan transportasi sungai utamanya kapal feri.
Hingga kini, kapal feri Manta yang seharusnya kembali beroperasi setelah menjalani perawatan masih tertahan di Balikpapan akibat kendala mesin.
Sementara itu, permohonan kapal pengganti yang diajukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung kepada PT ASDP belum juga mendapat tanggapan.
Kepala Seksi Angkutan Dishub Tana Tidung, M. Hidayat, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah dua kali mengirim surat permintaan kapal pengganti, namun belum ada balasan dari PT ASDP.
"Sudah dua kali kami bersurat ke PT ASDP, tapi sampai sekarang belum ada balasan, jadi belum ada kapal pengganti sampai saat ini," ujarnya.
Ketiadaan kapal pengganti ini menjadi perhatian mengingat puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 28 Maret 2025, bertepatan dengan awal libur cuti bersama.
Banyak warga yang mengandalkan kapal feri Manta untuk perjalanan menggunakan kendaraan ke Tarakan dan sebaliknya, sehingga ketidakpastian ini berpotensi menyulitkan mereka.
Selain meminta kapal pengganti, Dishub juga telah mengajukan permohonan penambahan trip kapal feri.
Namun, upaya ini terhambat oleh kendala teknis yang dialami kapal Manta.
Sebelumnya, kapal feri Manta telah menjalani docking sejak 20 Februari dan diestimasikan kembali beroperasi pada 25 Maret.
Sayangnya, dalam perjalanan menuju Tarakan, kapal mengalami masalah mesin sehingga harus kembali ke Balikpapan untuk perbaikan lebih lanjut.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan kapal tersebut bisa kembali berlayar.
Dengan kondisi ini, warga yang berencana menggunakan layanan kapal feri disarankan untuk mencari alternatif transportasi lain. (ana)
Editor : Azwar Halim